Rabu, 15 April 2026

China Kembali Lakukan Lockdown di Kota Lanzhou, Warga Dilarang Keluar Rumah

China menempatkan kota berpenduduk 4 juta jiwa di bawah sistem penguncian (lockdown) pada Selasa waktu setempat, dalam upayanya untuk menekan lonjakan

Editor: Eko Setiawan
AFP
COVID-19 - WHO: Pakar internasional mengadakan pertemuan pertama dengan China untu membahas tentang asal Covid-19. 

TRIBUNBATAM.id, BEIJING - Untuk menekan lonjakan kasus Covid-19, China kembali melakukan sistem penguncian (lockdown).

Negera dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia ini tidak mau main-main untuk masalah Covid-19 ini.

China menempatkan kota berpenduduk 4 juta jiwa di bawah sistem penguncian (lockdown) pada Selasa waktu setempat, dalam upayanya untuk menekan lonjakan kasus virus corona (Covid-19) domestik.

Penduduk kota itu pun diminta untuk tidak meninggalkan rumah, kecuali dalam keadaan darurat.

Negara itu memberlakukan kontrol perbatasan yang ketat setelah virus tersebut kali pertama terdeteksi di sana pada akhir 2019 lalu.

Upaya ini dilakukan demi memperlambat jumlah kasus dan memungkinkan ekonomi untuk bangkit kembali.

Namun setelah menekan keras setiap wabah lokal, pembatasan baru pun kembali diberlakukan pada Selasa ini saat China melaporkan 29 kasus infeksi domestik baru, termasuk enam kasus di Lanzhou, ibu kota provinsi barat laut Gansu.

Baca juga: Pesan Menyentuh Atta Halilintar untuk Calon Anak, Suami Aurel Janjikan Satu Hal

"Warga Lanzhou akan diminta untuk tinggal di rumah," kata pihak berwenang setempat dalam sebuah pernyataan.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Selasa (26/10/2021), para pejabat setempat menyampaikan bahwa 'masuk dan keluarnya penduduk' kota itu akan dikontrol secara ketat dan hanya diizinkan untuk perjalanan demi memenuhi kebutuhan pokok atau perawatan medis.

Perlu diketahui, wabah terbaru China telah dikaitkan dengan varian Delta yang diketahui lebih cepat dan mudah menular, dengan penghitungan dari penyebaran terbaru mencapai 198 kasus sejak 17 Oktober 2021.

Pejabat kesehatan telah memperingatkan bahwa akan ada lebih banyak infeksi yang mungkin muncul saat pengujian ditingkatkan dalam beberapa hari mendatang untuk memerangi wabah yang telah dikaitkan dengan sekelompok turis domestik.

Perintah untuk tetap tinggal di rumah yang diberlakukan secara ketat ini sebenarnya telah diterapkan pada puluhan ribu orang di wilayah China utara.

Di Beijing yang melaporkan tiga kasus baru pada hari Selasa, pemerintah telah membatasi akses ke lokasi wisata dan penduduk telah diminta untuk tidak meninggalkan kota kecuali jika benar-benar darurat.

Beberapa kompleks perumahan di ibu kota pun telah dilakukan lockdown, sementara agenda olahraga marathon yang akan digelar pada hari Minggu dan diprediksi dihadiri 30.000 pelari, terpaksa ditunda tanpa batas waktu.

Kendati jumlah kasus di negara itu sangat rendah jika dibandingkan dengan tempat lain di dunia, namun China telah menerapkan strategi nol kasus selama pandemi.

Pihak berwenang juga bertekad untuk membasmi wabah terbaru demi mewujudkan Olimpiade Musim Dingin yang akan berlangsung 101 hari lagi.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul China Lockdown Kota Berpenduduk 4 Juta Jiwa karena Wabah Covid-19

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved