Breaking News:

Diklat Menwa UNS Makan Korban, Keluarga Kawal Hasil Autopsi dan Penyelidikan Polisi

Keluarga mahasiswa UNS yang meregang nyawa saat mengikuti diklat sempat diberi kabar jika korban sempat mengalami kesurupan hingga diruqyah.

TribunBatam.id/Istimewa
Warga mengangkat peti jenazah mahasiswa UNS korban diklat Menwa di rumah duka Dusun Keti, Desa Dayu, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Senin (25/10/2021). 

SOLO, TRIBUNBATAM.id - Pendidikan kilat (diklat) calon anggota Resimen Mahasiswa ( Menwa) makan korban.

Seorang mahasiswa Universitas Sebelas Maret atau UNS di Solo, Jawa Tengah berinisial GE (20) meninggal dunia ketika mengikuti rangkaian diklat itu.

Belum diketahui pasti penyebab kematian mahasiswa D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Sekolah Vokasi UNS Solo itu.

Pihak keluarga masih menunggu perkembangan termasuk hasil penyelidikan polisi terkait kematian mahasiswa angkatan 2020 tersebut.

Diklat yang memakan korban tersebut diketahui berlangsung selama sembilan hari mulai Sabtu (23/10/2021) hingga Minggu (31/10/2021).

Baca juga: Mahasiswa Jangan Khawatir, Ini 5 Aplikasi Kursus Online yang Bikin Semangat Belajar

Baca juga: Nasib Brigadir NP Setelah Insiden Polisi Banting Mahasiswa Viral, ICW Desak Usut Tuntas

Paman korban, Sutarno mengungkapkan kejadian tersebut diawali ketika GE mengikuti kegiatan panjat tebing dalam rangkaian diklat Menwa.

Versi pengurus Menwa UNS, sempat menyampaikan kronologi kepada keluarga korban yang bertempat tinggal di Dusun Keti, Desa Dayu, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar itu.

Saat di rumah sakit awalnya ketika GE turun dari tebing menggunakan tali kemudian lemas.

Ketika sampai di bawah, GE disebut mengalami kesurupan.

"Di lokasi sempat di ruqyah, ceritanya seperti apa tidak tahu, tahu-tahu sudah di rumah sakit," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Senin (25/10/2021).

Masih belum diketahui secara pasti, penyebab kematian korban.

Apakah murni karena kecelakaan atau kekerasan alias perpeloncoan saat diklat calon anggota itu.

Sutarno menduga korban meninggal lebih dari dua jam setelah dikabari pada pukul 02.00 WIB.

"Kalau melihat lukanya seperti itu, nggak satu atau dua jam, kemungkinan sudah lama.

Halaman
123
Sumber: Tribun Solo
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved