Breaking News:

BATAM TERKINI

JALAN Masuk Perumahan Dipatok Perusahaan Lain, Warga Winner Millenium Mansion Tuntut Kejelasan

Sejumlah warga perumahan Winner Millenium Mansion Pasir Putih mempertanyakan pematokan jalan akses yang dilakukan oleh PT Sentral Leejaya Costapati.

TRIBUNBATAM.id/Noven Simanjutak
Sejumlah warga mendatangi kantor pemasaran perumahan Winner Millenium Mansion untuk meminta sejumlah karyawan meninggalkan kantor tersebut, Selasa, (26/10/2021) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sejumlah warga perumahan Winner Millenium Mansion Pasir Putih, Bengkong Sadai, Batam, dikejutkan dengan aksi pemasangan batas tanah dari pihak PT Sentral Leejaya Costapati, Selasa (26/10/2021) pagi.

Pantauan Tribun Batam di lokasi, tampak beberapa warga mencoba mendatangi dan mempertanyakan kejelasan dasar pemasangan tiang pembatas tersebut kepada sejumlah perwakilan dari pihak dari PT Sentral Leejaya Costapati.

Namun dari pihak perwakilan PT Sentral Leejaya Costapati, warga justru mendapatkan jawaban yang kurang memuaskan serta kata-kata yang bernada tegas yang di mana apabila warga kurang puas silahkan mengadu kepada pihak berwajib dan atau ke ranah hukum.

Sementara itu beberapa orang yang telah dibawa oleh pihak PT Sentral Leejaya Costapati masih saja terus mengukur tanah yang oleh warga dijadikan sebagai akses jalan keluar masuk serta memasang tiang alumunium sekira berjarak lebih kurang 2 meter.

Warga yang tidak mendapat jawaban pun langsung menghubungi pihak developer perumahan untuk mempertanyakan kejelasan status tanah yang berulang kali menjadi sengketa dengan pihak PT Sentral Leejaya Costapati.

Seli, salah seorang warga mengaku kecewa dengan sikap pengembang perumahan yakni PT Winner Groups yang sedari awal tidak menunjukkan sikap pertanggungjawaban dari permasalahan lahan tersebut.

"Seharusnya ini masalah diselesaikan pihak Winner dengan PT Sentral, tapi ini justru kami (warga) yang berhadap-hadapan dan bersitegang, dari pihak pengelola seolah lepas tangan dan nggak ada solusi," ujarnya

Warga lain, Alim yang juga berada di lokasi menerangkan bila selama ini pihak PT Sentral Leejaya Costapati mengklaim bahwa row jalan warga sepanjang 9,5 meter tersebut sebagian adalah lahan miliknya.

"Karena untuk memberi batasan itu, tapi caranya kurang baiklah menurut saya. Bayangkan saja mereka pernah pasang paku dibatas jalan itu dan hasilnya ban kendaraan warga bocor, lalu mereka juga pernah buat tulisan di jalan itu "awas ada bom" kita sebagai warga pun takut dan panik lah, belum lagi parit ditutup jadi setiap kali hujan pasti jalan kita jadi banjir," terangnya.

Hal yang sama juga diutarakan oleh warga lainnya, yakni Antoni, kepada Tribun Batam ia menerangkan bila permasalahan row jalan tersebut telah mendapat keputusan dari PTUN Tanjung Pinang dan juga PTTUN Medan bahwa gugatan ditolak dan tidak ada pihak yang dimenangkan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved