Breaking News:

ANAMBAS TERKINI

Solusi Pemerintah Atasi Persoalan 'Klasik' Daerah Perbatasan di Kepri

Pemerintah daerah mengklaim punya solusi dalam mengatasi persoalan 'klasik' daerah perbatasan di Kepri. Apa itu?

Penulis: Rahma Tika | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Istimewa
Diskominfotik bersama Bupati Kepulauan Anambas dan pihak Telkom meninjau lokasi dipasangnya Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL). 

Nizar ingin menyampaikan ada persoalan-persoalan dan itu menjadi catatan kepada pihak PT Sun Cable untuk dirapatkan kepada tim.

"Kekhawatiran saya menjadi ancaman serius terhadap dampak lingkungan dan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Lingga khususnya.

Nanti akan menjadi persoalan baru kami di daerah," tutur mantan Ketua DPRD Lingga ini

Nizar lalu menjelaskan, rencana tersebut memang perlu komitmen dan penjelasan yang sangat jelas.

"Dan harus seterang mungkin resiko terburuknya bagaimana dan lainnya. Kalau seandainya dampak itu lebih kecil atau menguntungkan masyarakat di Kabupaten Lingga, pemerintah daerah pasti mendukung rencana ini.

Namun sebaliknya jika berdampak buruk, pemerintah masih melakukan pertimbangan," terang Bupati Lingga ini.

Bupati muda di Kepri ini menjelaskan, jika dilihat dari dampak pada tahap kontruksi saja, potensi dampak lingkungannya cukup mengkhawatirkan.

Seperti timbulnya kekeruhan atau peningkatan padatan tersupensi air laut, oleh kegiatan peletakan kabel bawah laut yang bersifat sementara dan akan jernih kembali dalam waktu tidak lama.

Kemungkinan hal itu timbulnya gangguan terhadap biota laut yang bersifat sementara, kemungkinan adanya gangguan terhadap aktivitas nelayan.

Baca juga: Upaya Pemkab Anambas Dongkrak Telekomunikasi, Jalin Kerja Sama Bareng Telkom

Baca juga: Jaringan Telekomunikasi di Desa Panggak Darat Lingga Kini Sudah 4G

Gangguan yang muncul pada perairan laut dangkal dengan kedalaman kurang dari 100 meter.

"Terima kasih kepada undangan yang hadir dan mendengar studi analisis dampak lingkungan dari proyek strategis peletakan kabel Australia Singapura yang melewati kepulauan Riau ini," papar Nizar

Untuk diketahui, kegiatan ini dilaksanakan Menindaklanjuti surat edaran dari Presibent Direktur PT ESC Enviromment Indonesia Nomor : 164/ESC-GE/X/2021 tanggal 11 Oktober 2021.

Prihal undangan konsultasi publik atas rencana kegiatan instalasi dan pengoperasian kabel bawah laut HVDC melalui kepulauan perairan di Indonesia dan Perairan di Provinsi NTT, NTB, Babel dan Kepri.(TribunBatam.id/Rahma Tika/Febriyuanda)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Anambas

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved