Harga Minyak Goreng dan Ayam Potong Naik, Ini Sikap Komisi II DPRD Batam
Komisi II DPRD Batam dan Disperindag akan melakukan operasi pasar untuk memastikan stok bapok aman. Sejumlah komiditi naik harga, seperti ayam potong
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Komisi II DPRD Kota Batam dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam akan melakukan operasi pasar.
Itu menyikapi lonjakan beberapa komoditas barang kebutuhan pokok (bapok) di Batam.
Di tengah tingginya kenaikan harga ini bapok ini, keduanya ingin memastikan stok bapok seimbang dengan kebutuhan pasar.
"Operasi pasar ini sebenarnya memastikan stoknya aman di pasaran dan tak ada indikasi penimbunan," ujar Anggota Komisi II DPRD Batam, Udin P Sihaloho, Rabu (27/10/2021).
Diketahui, komoditas yang paling tinggi lonjakannya yakni minyak goreng, telur ayam dan ayam potong. Ada beberapa faktor yang membuat komoditas ini naik.
Udin menuturkan, kenaikan harga minyak goreng, baik curah atau pun kemasan dikarenakan naiknya harga sawit. Sehingga berdampak pada harga minyak goreng.
"Jadi naiknya minyak goreng ini juga sejalan dengan harga sawit. Kita lihat sumbernya dari mana.
Kedua, jangan ada dari masyarakat kita yang sifatnya menimbun. Jangan takut, tidak mungkin ada kelangkaan.
Itu yang kita utamakan, di situ saja," kata politisi PDI-P ini.
Baca juga: HARGA Harga Ayam Potong dan Minyak Goreng di Batam Naik, Pedagang Ayam Penyet Menjerit
Baca juga: Harga Minyak Goreng Naik Buat Emak-emak di Batam Kaget, Ini Kata Wawako Amsakar
Dengan kondisi saat ini, Komisi II DPRD Batam juga meminta jangan ada spekulan yang bermain.
Sengaja menyimpan atau menimbun barang supaya harga barang naik terus.
"Jadi yang pasti itu saja. Yang penting pasokannya lancar, tidak ada spekulan yang bermain.
Saya yakin semua kembali normal. Kita tahu sendiri, bahwasanya pemerintah juga sedang menggalakkan namanya penindakan hukum kepada kaum spekulan.
Jadi itu jangan sampai terjadilah. Kita kasihan lihat masyarakat di tengah pandemi yang baru turun level ini dan sudah mulai membaik. Kita berharap perekonomian kita sama-sama membaik," paparnya.
Hal yang sama dirasakan Anggota Komisi II DPRD Batam, Rubina Situmorang.
Sebagai seorang ibu rumah tangga, Rubina juga mengeluhkan meningkatnya sejumlah bapok di Batam. Seperti minyak goreng, telur dan ayam.
"Saya sudah koordinasi dengan Disperindag. Memang saat ini CPO-nya lagi naik. Otomatis harga minyak naik," ujar Rubina.
Rubina melanjutkan, sementara untuk kenaikan harga komoditas ayam dan telur, dikarenakan harga pakan ayam yang sangat mahal. Dari peternak mungkin terlalu berat.
"Kita harus cari solusinya. Bila perlu turun ke lapangan. Harga pakan mahal. Nanti akan turun ke lapangan.
Jangan ada penumpukan barang. Stok yang ada dengan kebutuhan masyarakat harus seimbang," katanya.
Dalam waktu dekat, Disperindag Batam juga akan membagikan sembako murah. Namun minyak goreng tak masuk di dalamnya.
"Anggarannya dari APBD. Kemungkinan baginya menjelang Natal," katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Batam lainnya, Hendra Asman mengatakan, terkait kenaikan harga minyak goreng, dan ayam potong, pihaknya meminta Disperindag mencari solusi.
"Kita akan mengambil langkah untuk mengundang distributor dan Disperindag, membahas soal ini.
Kita Fraksi Golkar memastikan akan terus fokus terhadap pemulihan Ekonomi dan kesehatan di Batam ke depannya," paparnya.
(tribunbatam.id / Roma Uly Sianturi)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Batam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2710udin-p-sihaloho.jpg)