Breaking News:

Ketika Wali Kota Rudi Beri Motivasi Guru di Batam, Ini yang Disampaikannya

Di hadapan para guru, Wali Kota Batam Rudi mengungkapkan korelasi penting antara pendidikan dengan ekonomi dan pembangunan Batam, Selasa (26/10)

Penulis: Roma Uly Sianturi | Editor: Dewi Haryati
Tribunbatam.id / Istimewa (Humas Pemko Batam)
Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengungkapkan korelasi yang penting antara pendidikan dengan ekonomi saat menghadiri Rapat Kerja (Raker) II PGRI Kota Batam di Hotel Vista, Selasa (27/10/2021) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengungkapkan korelasi penting antara pendidikan dengan ekonomi saat menghadiri Rapat Kerja (Raker) II PGRI Kota Batam di Hotel Vista, Selasa (26/10/2021).

"Keduanya harus jalan. Ekonomi Batam harus terus dibangun, pendidikan juga harus diperhatikan," kata Rudi.

Menurut Rudi yang juga Kepala BP Batam, keduanya memiliki keterkaitan yang erat. Ekonomi hendaknya didukung oleh Sumber Daya Manusia yang mumpuni. Terlebih menyongsong Indonesia Emas 2045.

"Tugas kita semua dan bapak ibu sekalian menyiapkan dari sekarang. Jangan sampai ke depan anak-anak kita protes, kok guru dan walikota tidak siapkan dari dulu. Maka dari itu saya sangat fokus akan hal ini," ucap Rudi.

Rudi mendorong, guru memiliki wawasan yang luas. Tidak hanya tentang wawasan dalam negeri namun juga tentang dunia internasional.

Bukan tanpa sebab, Batam merupakan daerah yang dianugerahi letak geografis yang berdekatan dengan negara tetangga yang maju.

"Saya titip betul dan harus dilakukan, guru harus berwawasan luas ini. Kalau sistem belajar kita seperti hari ini terus, kita tak akan mampu menyaingi mereka yang sudah maju lebih dulu dari kita," imbuhnya.

Baca juga: Harga Minyak Goreng dan Ayam Potong Naik, Ini Sikap Komisi II DPRD Batam

Baca juga: Cerita Dokter Widodo Maslan Tangani Pasien Covid-19 di RSUD Embung Fatimah Batam

Rudi mengingat kembali pembicaraannya dengan salah satu profesor saat dia menerima penghargaan sebagai wali kota terbaik se-Asia.

Dari pembicaraan tersebut, etos kerja bangsa Indonesia ternyata hanya sekitar 30 sampai 40 persen. Jauh dari negara lain seperti Korea Selatan dan Jepang yang mencapai 80 persen.

"Saya memotivasi bapak ibu karena saya sayang dengan kota ini, kota yang sangat hebat ini. Peran bapak ibu penting melalui pengajaran pada anak-anak kita," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved