Breaking News:

KARIMUN TERKINI

Ribuan Batang Kayu Bakau Ilegal Nyaris Beredar ke Malaysia

Anggota Kanwil DJBC Khusus Kepri meringkus ribuan batang kayu bakau ilegal dari KM Rafida Jaya, Senin (18/10).

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Istimewa
Ribuan batang kayu bakau di atas KM Rafida Jaya tangkapan Kanwil DJBC Kepri. Kapal yang rencananya akan berangkat ke Malaysia ditangkap ketika berada di perairan Panjang Utara pada hari pada (18/10/2021) lalu. 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Ribuan batang kayu bakau asal Indonesia nyaris beredar ke Negeri jiran Malaysia.

Anggota Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (Kanwil DJBC) Khusus Kepri menemukannya dalam Kapal Motor (KM) Rafida Jaya ketika berada di perairan Panjang Utara, Senin (18/10).

Petugas mendapati empat awak kapal membawa batang kayu bakau dari selat Riau yang akan diselundupkan ke Batu Pahat, Malaysia.

Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri, Akhmad Rofiq mengatakan bahwa kayu bakau telah dilindungi undang-undang.

Hal ini berdasarkan Undang-undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, pembalakan kayu bakau secara ilegal akan merusak ekosistem sekitar.

Baca juga: KKSS Batam Rapat Jelang Demo Soal Haji Permata ke Kanwil DJBC Khusus Kepri di Karimun

Baca juga: Kanwil DJBC Khusus Kepri Tegah 20 Ton Pasir Timah Ilegal asal Dabo Tujuan Malaysia

Baca juga: Peternakan Ilegal di Batam Picu Munculnya Ribuan Lalat, DPRD Minta Ditertibkan

"Pengangkutan secara ilegal ke luar daerah pabean juga melanggar UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan khususnya Pasal 102A karena mengangkut barang ekspor yang dilarang dan dibatasi tanpa dilengkapi dengan dokumen pabean yang sah," ucap Rofiq saat melakukan pers rilis.

Dengan begitu, pihak DJBC terus berkolaborasi dengan seluruh instansi terkait untuk melindungi lingkungan dari perambahan hutan bakau secara ilegal.

"Petugas sudah membawa barang bukti beserta 8 awak kapal ke kanwil khusus Bea Cukai Kepulauan Riau untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum," ujarnya.

Berdasarkan data penindakan, pada tahun 2020 pihaknya telah mengamankan sebanyak 7.647 batang kayu bakau hingga saat ini tercatat telah 21.186 batang.

Selain itu, kenaikan jumlah batang kayu sebanyak 280 persen ini diperkirakan sejalan dengan amanat presiden Joko widodo.

Diketahui Indonesia memiliki kurang lebih 20 persen dari total hutan mangrove yang ada di dunia.

"Indonesia memiliki sebuah kekuatan dalam potensi hutan mangrove. Tetapi, yang paling penting adalah bagaimana memelihara, merawat, merehabilitasi yang rusak, sehingga hutan mangrove terjaga,” terangnya.

Tidak hanya itu, ia menegaskan pihak pemerintah juga menjadi peran penting dalam kegiatan rehabilitasi hutan mangrove yang ada di Indonesia.(TribunBatam.id/Yeni Hartati)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Karimun

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved