Breaking News:

Sempat Viral, Polisi Tetapkan Satu Tersangka Penganiayaan Karyawan Kopitiam di Batam

Polisi menangkap 10 orang yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan di sebuah kopitiam di kawasan Batam Kota. Seorang di antaranya kini jadi tersangka

Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt dan Kapolresta Barelang Kombes Pol Yos Guntur dan beberapa staf dan jajaran saat konferensi pers tindak pidana pengeroyokan dan atau penganiayaan di Polresta Barelang, Kamis (28/10/2021) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Tim gabungan Polresta Barelang, Polda Kepri menangkap 10 orang yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan di sebuah Kopitiam di kawasan Batam Kota, Kepri.

10 orang itu ditangkap di wilayah Bengkong pada Rabu (27/10/2021) sekira pukul 21.45 WIB.

"Dari hasil pemeriksaan, satu di antaranya diduga kuat melakukan penganiayaan berinisial AR (31)," ujar Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt saat konferensi pers di Polresta Barelang, Kamis (28/10/2021).

Polisi telah menetapkan satu orang tersangka dalam kasus ini.

Sementara 9 orang lainnya yang turut diamankan, masih berstatus saksi. Itu untuk mengetahui peran dari masing-masing orang tersebut.

"Sebagaimana yang kami sampaikan sebelumnya, kasus ini berawal dari viralnya video yang tersebar di media sosial Instagram pada 25 Oktober 2021 yang lalu," ungkapnya.

Harry menjelaskan bahwa pada saat kasus ini dilaporkan, pihak penyidik dari Polresta Barelang dan Polsek Batam Kota telah melakukan langkah-langkah penyelidikan.

Baca juga: VIRAL! Video Penganiayaan Karyawan Kafe di Batam Berdurasi 51 Detik, Ini Kata Polisi

Baca juga: Oknum TNI Diduga Lakukan Penculikan dan Penganiayaan, Ambil Paksa Korban di Warnet

Diawali dengan datang langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), selanjutnya melakukan pemeriksaan awal terhadap saksi-saksi serta meminta keterangan ahli terkait penganiayaan tersebut.

Terkait dengan pengembangan kasus ini, Harry mengatakan perlu diketahui oleh masyarakat bahwa penanganan suatu perkara tentu tidak sama.

Baik itu dari proses penyelidikan, tingkat kesulitan dalam melakukan penangkapan pelaku dan lain-lain.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved