MOTOGP
Berita MotoGP - Ini Sosok Penting Dibalik Kemenangan Fabio Quartararo Raih Juara Dunia
Namun harap dicatat, di balik kemenangan Fabio Quartararo, jangan lupakan nama Julion Simon
TRIBUNBATAM.id - Musim GP 2021 sudah memiliki sang jawara, Fabio Quartararo .
Rider Prancis itu merebut gelar juara dengan cara yang spektakuler dan penuh selebrasi di lintasan.
Namun harap dicatat, di balik pembalap yang hebat jangan lupa ada tim yang hebat di sana.
Salah satu anggota tim yang hebat di balik kemenangan Quartararo adalah Julián Simón.
Berbicara soal Simon, tahun 2009 adalah tahun terbaik dalam karir Simon, ketika ia memenangkan gelar kategori skala kecil.
Lantas dia naik podium 12 kali, meraih 7 kemenangan dan gelar juara dunia 125cc .
Dia berenncana merebut mahkota setelah mengalahkan Bradley Smith di lap terakhir dan mengambil kemenangan di Phillip Island.
Meski melakukan wild card ganjil pada 2017, perpisahannya terjadi di Sirkuit Ricardo Tormo pada akhir 2016.
Juara dunia 125cc itu kini menjadi pelatih Quartararo dan Franco Morbidelli .
Baca juga: Berita MotoGP - Bicara 10 Besar, Franco Morbidelli Ungkap Fakta Soal Dirinya
Baca juga: Valentino Rossi Kecewa Francesco Bagnaia Jatuh di MotoGP Emilia Romagna: Hipnotis Saya Tak Berhasil
Baca juga: Fakta MotoGP Quartararo Juara Dunia, Emilia Bagnaia Jatuh, Marc Marquez Podium 1
Dilansir dari Motosan, dalam pernyataan yang dikumpulkan oleh surat kabar AS, Simon menjelaskan hal-hal yang dia lakukan sebagai seorang pelatih.
"Pergi ke trek dan awasi Morbidelli dan Fabio, lalu berikan sudut pandang saya tentang apa yang saya lihat dengan pengetahuan saya."
"Saya juga mencoba menyampaikan banyak ketenangan kepada mereka."
"Saya berbicara dengannya. Saya juga tidak banyak melakukannya dan saat ini tidak ada hubungannya dengan apa yang saya lakukan dengan Maverick, karena hubungan kami sangat intens."ungkap Simon dilansir dari Motosan, Minggu (31/10/2021).
"Banyak saran diperbolehkan. Dia (Fabio) sangat terbuka dan sangat menghargai. Saya suka melihatnya mengucapkan selamat pagi kepada setiap anggota kotak, satu per satu, termasuk mekanik Morbidelli. Dia adalah pilot yang rendah hati, hormat, dan berpendidikan,"lanjutnya.
Memenangkan gelar sebagai pelatih juga merupakan peristiwa besar yang membuat Simon sangat senang.
“ Menjalaninya begitu intens dengan seluruh tim adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Saya merasa sangat beruntung bisa bekerja di tim MotoGP dan dengan pebalap penting seperti Fabio,"ucapnya.
Dia menjelaskan bahwa kelebihan Quartararo dalam beraksi ada di tingkat pengereman.
“Terutama dengan motor lurus, titik pengereman pertama luar biasa bagaimana dia mengaturnya."
"Dan kemudian menggabungkan itu dengan menikung. Padahal, jelas Prancis bisa mendapatkan lebih banyak gelar."
“Dengan level yang ditunjukkan MotoGP saat ini, Anda harus menjalani balapan demi balapan, berusaha sangat fokus setiap akhir pekan dan memaksimalkannya. "
"Jika dia terus bekerja seperti ini, tentu saja dia bisa memenangkan lebih banyak gelar." ujarnya.
Simon juga bekerja dengan Maverick Vinales. Pembalap Catalan itu gagal menjadi juara dunia bersama Yamaha.
"Dunia persaingan sangat sulit dan Anda harus memiliki banyak faktor untuk menang."
"Sayangnya, dengan Maverick itu tidak mungkin untuk mencapai titik puncak evolusi baginya untuk berada dalam keadaan anggun yang akan membawanya untuk memenangkan gelar, yang memuncak pada bakat bawaannya."
"Dia memiliki kesempatan, tetapi itu tidak bisa diselesaikan," kata Simon.
Penulis : Aminuddin
Sumber : Motosan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/fabio-quartararo-pebalap-prancis-pertama-yang-tampil-sebagai-juara-motogp.jpg)