Breaking News:

BATAM TERKINI

Perusahaan Diduga Buang Limbah Cair Serampangan, Warga: Kami Tempuh Jalur Hukum

Sejumlah warga yang geram akan aktivitas perusahaan yang diduga merusak lingkungan akan menempuh jalur hukum.

TribunBatam.id/Ian Sitanggang
Potret limbah cair yang diduga dibuang oleh PT Fuyuan Plastic Industry Tanjunguncang, Batam, Kepri. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Warga Batam dibuat geram dengan aktivitas perusahaan yang berlokasi di Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji.

Perusahaan bernama PT Fuyuan Plastic Industry itu diduga membuang limbah cair secara sembarang.

Tepatnya langsung membuang cairan yang berbau tersebut langsung ke drainase yang lokasinya tak jauh dari permukiman warga.

Warga yang bermukim di sekitar area perusahaan pun mengaku sudah mencoba berkoordinasi terkait hal ini.

Sayangnya, perusahaan menurut mereka masih bergeming.

Baca juga: Warga Tanjung Uncang Keluhkan Bau Tak Sedap Limbah Perusahaan di Saluran Drainase

Baca juga: Manfaatkan Limbah Rumah Tangga, Sekolah Islam Hang Tuah Batam Gelar Pelatihan Eco Enzym

Yang terbaru, warga yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPL) Kota Batam bakal mengambil langkah hukum terkait aktivitas perusahaan itu.

Ketua FMPL Kota Batam, Parlaungan Siregar, mengatakan pihaknya sangat menyesalkan hal tersebut.

Pasalnya limbah dari perusahaan tidak seharusnya dibuang begitu saja.

Apalagi Kota Batam merupakan wilayah kepulauan.

"Semua air bermuara ke laut. Jarak yang akan dialiri air sebelum ke laut tidak jauh," sebut Parlaungan, Senin (1/11/2021).

Dia menjelasakan sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Khususnya pada pasal 15 sudah diatur mengenai Kajian lingkungan hidup strategis.

Dalam pasal tersebut dijelaskan Pemerintah dan pemerintah daerah wajib membuat KLHS untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau kebijakan, rencana, dan/atau program.

Baca juga: Petani di Lingga Bakal Ubah Limbah Jadi Pupuk, Dongkrak Kualitas Pangan Kepri

Baca juga: Limbah Medis Covid-19 di Anambas Tembus 394.3 Kilogram Hingga Juni 2021

"Sebelum perusahaan berdiri pemerintah sudah membuat kajian," kata Parlaungan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved