Breaking News:

KEPRI TERKINI

2 Warga Kepri Ikut Dipulangkan ke Indonesia Bersama 386 PMI Bermasalah dari Malaysia

Dari 388 PMI Bermasalah yang dipulangkan dari Malaysia, ada 2 warga Kepri. Yakni Batam dan Karimun. Mereka tiba di Indonesia, Senin (1/11)

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Endra Kaputra
2 Warga Kepri Ikut Dipulangkan ke Indonesia Bersama 386 PMI Bermasalah dari Malaysia. Foto Jubir Satgas Covid-19 Kepri Tjetjep Yudiana 

KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Sebanyak 388 Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMIB) dari Malaysia telah tiba di Indonesia, Senin (1/11/2021) malam.

Diketahui dari ratusan PMIB itu, ada dua warga Kepri yang ikut dipulangkan ke tanah air.

Masing-masing satu dari Kota Batam dan satu lagi dari Kabupaten Karimun.

Hal ini disampaikan Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Tjetjep Yudiana.

"Sesuai hasil rapat yang dilakukan kemarin, seluruh PMIB telah dipulangkan ke Indonesia dari Malaysia menggunakan pesawat charter," ujarnya, Selasa (2/11/2021).

Ia menyebutkan, penerbangan dari Malaysia langsung menuju Bandara Soekarno Hatta.

"Jadi tujuannya langsung ke Soekarno Hatta. Dipastikan tidak ada singgah ke bandara lain di Indonesia," ucapnya.

Baca juga: Kepri Siap Penuhi Kebutuhan Ekspor Pertanian ke Singapura

Baca juga: Kepri - Singapura Perkuat Kerjasama di Bidang Pendidikan Teknik

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kepri ini juga menjelaskan, kepada seluruh PMIB yang telah sampai di tanah air akan melakukan karantina selama 5 hari.

"Sesuai alur prosedur penanganannya. Saat tiba seluruhnya melakukan Tes PCR kembali, setelah habis masa karantina diulang lagi tes PCRnya dan kalau hasilnya negatif, baru dipulangkan ke daerahnya masing-masing," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, PMIB yang dipulangkan dari luar negeri berjumlah 388 orang. Terdiri dari 366 orang deportan dan 22 WNI shelter.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved