Breaking News:

Sikap Gubernur Kepri Soal Rencana Proyek Ekspor Listrik bright PLN Batam ke Singapura

Gubernur Kepri dukung rencana proyek ekspor listrik bright PLN Batam ke Singapura. Meski begitu, ia minta kebutuhan energi di Kepri tetap prioritas

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Endra Kaputra
Sikap Gubernur Kepri Soal Rencana Proyek Ekspor Listrik bright PLN Batam ke Singapura. Foto Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad 

"Berbicara peluang untuk memenangkan tender ini tentunya kami yakin bisa menang. Karena dari sisi site yang akan dihelat, lalu dari sisi rekanan kami sepertinya bright PLN Batam kemungkinan besar akan memenangkan ini," katanya.

Baca juga: JUMLAH Pasien RSKI Galang Batam Tambah 12 Orang, Total Rawat 132 Pasien

Baca juga: SEORANG Pegawai Puskesmas Sungai Langkai Batam Positif Covid-19, Ini Hasil Tracing Dinkes

Ia menambahkan untuk pelayan listrik di Batam, saat ini pihaknya sedang melakukan evaluasi terhadap Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik bright PLN Batam.

Berdasarkan RUPTL bright PLN Batam, bauran energi sampai tahun 2021 energi baru terbarukan kurang dari 1 persen.

“Jadi saat ini hampir sebagain dari seluruh pembangkit yang ada di sistem Batam, Rempang, dan Galang menggunakan pembangkit fosil. Untuk batu bara sekitar 21 persen, lalu lebih dari 78 persen adalah gas, sisanya energi terbarukan yang angkanya masih kecil,” katanya. 

Nyoman menambahkan, dalam RUPTL pihaknya juga merencanakan membangun PLTS dengan tahapan sampai tahun 2025 sebesar 30 Megawatt peak. 

Menurutnya Kota Batam memiliki hambatan lantaran tidak memiliki sumber-sumber energi terbaharukan, yang bisa dimanfaatkan untuk penetrasi energi terbarukan. Sehingga memanfaatkan sinar matahari dengan cara memasang Plat Photovoltaic (PV), merupakan satu-satunya solusi yang dapat diambil. 

“Nah berapa kapasitas yang bisa PLN Batam bisa bangun? Saat ini kami tengah melakukan kajian yang dibantu oleh Institut Teknologi PLN, dan pelatih dari ITB. Kajian itu ntuk mengevaluasi berapa kemampuan sistem kami untuk bisa menerima masuknya PLTS, karena kita tahu energi ini tidak stabil dan bisa tiba-tiba hilang. Sehingga kami sedang melakukan kajian berapa penetrasi energi matahari yang bisa diterima di dalam sistem saat ini hingga tahun 2030 mendatang,” katanya. 

Pihaknya juga sedang melakukan kajian tentang bagaimana PLN Batam memenuhi bauran energi terbarukan selain PLTS. 

“Apakah nantinya kami bisa melakukan interkoneksi antara Pulau Sumatera dengan Batam. Karena kita tahu Sumatera memiliki potensi yang cukup besar, baik dari air maupun geotermal.  Hal itu juga yang menjadi salah satu kajian kami, karena Batam memiliki target bauran energi terbarukan, juga untuk memenuhi target untuk menuju net zero emission di tahun 2060,” paparnya. 

(TRIBUNBATAM.id/Endra Kaputra/Roma Uly Sianturi)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Kepri

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved