Breaking News:

KEPRI TERKINI

Ansar Paparkan Kondisi dan Keunggulan Kepri saat Silaturahmi dengan Rombongan PTKIN

Gubernur Kepri Ansar Ahmad memaparkan kondisi Kepri dan keunggulan yang dimiliki Kepri saat silaturahmi dengan rombongan PTKIN se-Indonesia di Kepri

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat bersilaturahmi bersama para Rektor/Ketua PTKIN se-Indonesia di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (8/11/2021) 

KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad mengucapkan selamat datang kepada rombongan Focus Grup Discussion Rektor/Ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia ke Provinsi Kepri.

Ansar bersyukur dengan adanya kunjungan para Rektor/Ketua PTKIN se-Indonesia ini, menunjukkan pendidikan tinggi di Kepri yang semakin berkembang.

"Kami sangat senang dan menyambut baik kunjungannya ke Bumi Tanah Melayu. Jadikan dunia pendidikan tinggi sebagai salah satu sendi penguatan dalam pembangunan Kepri ke depannya," kata Ansar, saat bersilaturahmi bersama para Rektor/Ketua PTKIN se-Indonesia di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (8/11/2021).

Pada kesempatan itu, Ansar memaparkan kondisi Kepri dan keunggulan-keunggulan yang dimiliki. Diawali dengan kondisi geografis yang berbentuk kepulauan.

Kepri memiliki luas lautan 96 persen dan luas daratan 4 persen, yang tersebar menjadi 2.408 pulau, dan 379 di antaranya berpenghuni. Dari 2.408 pulau tersebut, Kepri memiliki 22 pulau terdepan.

"Nah, Kepri ini awalnya merupakan satu kabupaten yang namanya Kabupaten Kepulauan Riau. Waktu itu rentang kendali kita luar biasa jauhnya antar pulau dalam satu kabupaten," ujar Gubernur Kepri itu.

Ansar menambahkan, setelah terjadi pemekaran, maka lahirlah Provinsi Kepri dengan jumlah 7 Kabupaten dan Kota yang sekarang sudah berumur 19 tahun.

Baca juga: Potensi Maritim dan Kemudahan Investasi, Ini Dua Jurus Gubernur Bangkitkan Kepri

Baca juga: PLN Batam Bakal Jual Listrik ke Singapura, Gubernur : Jangan Sampai Listrik Kepri Terganggu

Lebih lanjut, Ansar menjelaskan membangun Kepri bukan hal yang mudah dengan karakteristik wilayah kepulauan dan indeks kemahalannya yang tinggi.

"Maka kita terus membangun Kepri ini dengan prinsip-prinsip kesetaraan. Tidak boleh ada disparitas pembangunan antar wilayah perkotaan dengan wilayah pulau-pulau yang jauh," jelasnya.

Selain itu, Ansar menuturkan konektivitas menjadi sasaran utama pembangunan. Apalagi Kepri ini posisinya strategis yang berhampiran dengan salah satu pusat perdagangan dunia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved