Breaking News:

15 Situs di Natuna Bakal Jadi Warisan Geologi Baru, Dimana Saja Lokasinya?

Pemkab Natuna gelar FGD tentang penetapan warisan geologi Natuna. Hasilnya disepakati ada 15 situs bakal jadi warisan geologi Natuna

Penulis: Muhammad ilham | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Muhammad Ilham
Pemkab Natuna gelar FGD via zoom meeting bahas Penetapan Warisan Geologi (Geoheritage) Natuna, Selasa (9/11/2021). 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Kabupaten Natuna menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penetapan Warisan Geologi (Geoheritage) Natuna.

Warisan geologi adalah keragaman geologi (geodiversity) yang memiliki nilai lebih sebagai suatu warisan, karena menjadi rekaman yang pernah atau sedang terjadi di bumi.

Karena nilai ilmiahnya tinggi, langka, unik dan indah, sehingga dapat digunakan untuk keperluan penelitian dan pendidikan kebumian.

FGD dibuka langsung oleh Wakil Bupati Natuna Rodhial Huda, dan dilakukan secara virtual melalui zoom meeting, Selasa (9/11/2021).

FGD ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pedoman Penetapan Warisan Geologi (Geoheritage).

Dalam Pasal 6 Ayat 3 berbunyi, bahwa Pemerintah Daerah melakukan Diskusi Kelompok Terpumpun (Focus Group Discussion) yang melibatkan pemangku kepentingan.

Hadir Kepala Pusat Survei Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Hendra Gunawan.

Baca juga: Natuna Diprediksi Bakal Hujan Seharian, Kamis 11 November 2021, Gelombang Capai 3 Meter

Baca juga: Natuna Bentuk Satgas Bebas Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Ini Tujuannya

Dalam sambutannya, ia berharap FGD ini bisa membuka pemahaman yang sama mengenai geoheritage dan menjadi pijakan awal untuk pengelolaan dan pemanfaatan. Sehingga masyarakat bisa menikmati dan menjaga kekayaan geologi yang ada di Natuna.

Kegiatan tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan. Di antaranya, penetapan 15 sebaran lokasi calon geoheritage Natuna.

Mulai dari Batu Pasir Formasi Pengadah Tanjung Datuk, Konglomerat Bukit Kapur, Batuan Sedimen Formasi Bunguran Pulau Senua, Granit Gunung Ranai, Granit Tanjung Senubing, Konglomerat Bukit Gundul, Granit Batu Kasah, Basalt Pulau Akar, Bukit Sekunyam, Ultramafik Pulau Setanau, Bebatuan Tanjung Ba’dai, Peridotite Air Mali, Batu Catur, Gua Lubang Hidung Pantai Sisi dan Granit Pulau Semiun.

Selain itu diisi penandatanganan Berita Acara oleh Wakil Bupati Natuna dan ditutup oleh Sekda Natuna.

FGD ini turut dihadiri Kepala Pusat Survei Geologi Kementerian ESDM, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Sekretaris Daerah Natuna, Kepala OPD Natuna dan beberapa stakeholder mulai dari pihak swasta, LSM Lingkungan/Komunitas, STAI Natuna dan perwakilan masyarakat.

(Tribunbatam.id/Muhammad Ilham)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Natuna

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved