Breaking News:

TANJUNGPINANG TERKINI

359 Bencana Alam Terjadi di Tanjungpinang Sepanjang 2021

BPBD Tanjungpinang mencatat sebanyak 359 kejadian bencana alam terjadi dari awal 2021 hingga 31 Oktober ini.

tribunbatam.id/istimewa
Pemerintah Kota Tanjungpinang dan jajaran Polres Tanjungpinang gelar apel gabungan dalam rangka kesiapsiagaan penanganan bencana alam di Tanjungpinang, Jumat (12/11/2021) 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Kota Tanjungpinang beserta jajaran Polres Tanjungpinang menggelar apel gabungan dalam rangka kesiapsiagaan penanganan bencana alam di wilayah Tanjungpinang, Jumat (12/11/2021).

Kegiatan ini juga sebagai upaya antisipasi pemerintah. Mengingat curah hujan biasanya cukup tinggi di akhir tahun.

Wali Kota Tanjungpinang Rahma mengatakan, dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, pada periode 2016 hingga 2020, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada sebanyak 17.032 kali kejadian bencana yang terjadi di tanah air.

Adapun dari data tersebut, hampir 99 persen kejadian bencana yang dilaporkan adalah jenis bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, longsor, cuaca ekstrem, kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.

Data yang dirangkum BNPB selama periode 2021, tercatat setidaknya ada 2.172 kejadian bencana alam hingga 3 November 2021 yang juga didominasi oleh jenis bencana hidrometeorologi.

Dari data tersebut, ditekankan kejadian bencana itu bukanlah jumlah kecil. Apabila dirata-rata, maka setidaknya Indonesia mengalami kejadian bencana sebanyak 10 kali dalam sehari, di sisi lain setiap bencana juga diikuti oleh kerugian harta dan jiwa raga.

"Tanjungpinang sendiri pada dua tahun terakhir telah terjadi sebanyak 596 kali kejadian bencana. Data yang dirangkum oleh Badan Penanggulan Bencana Daerah Tanjungpinang selama periode 2021, tercatat 359 kejadian bencana alam hingga 31 Oktober 2021. Data ini menunjukkan peningkatan yang signifikan atas kejadian bencana alam di Tanjungpinang," kata Wali Kota Tanjungpinang Rahma.

Baca juga: DIDUGA Akibat Cut and Fill, Tim Kecamatan Seibeduk Tinjau Lokasi Banjir di Mangsang

Baca juga: Penanganan Banjir Tanjungpinang, Lurah Air Raja Minta Warga Tak Buang Sampah ke Parit

Itu berdasarkan surat dari BNPB nomor b-290/bnpb/dii/bp.03.02/11/2021 tanggal 8 November 2021 terkait peringatan dini dan langkah-langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman bencana banjir dan gerakan tanah (longsor).

Sementara itu, Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando menyampaikan hal senada.

Apel kesiapsiagaan merupakan salah satu rangka antisipasi dampak la nina di wilayah masing-masing. Sehingga setiap daerah memiliki rencana kontijensi yang berisikan siapa berbuat apa pada saat menuju kedaruratan nanti.

"Rencana kontinjensi ini perlu dilatih dan disimulasikan, agar meningkatkan kesiapsiagaan kita," ujarnya.

(Tribunbatam.id/Noven Simanjuntak)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Tanjungpinang

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved