Breaking News:

UNIBA Gelar Webinar Refleksi Hari Pahlawan

Universitas Batam (UNIBA) menyelenggarakan webinar zoom nasional dalam rangka memperingati hari Pahlawan 10 November 2021 di kampus UNIBA

Ist
Universitas Batam (UNIBA) menyelenggarakan webinar zoom nasional dalam rangka memperingati hari Pahlawan 10 November 2021 di kampus UNIBA Senin, (15/11/2021) pagi. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Universitas Batam (UNIBA) menyelenggarakan webinar zoom nasional dalam rangka memperingati hari Pahlawan 10 November 2021 di kampus UNIBA Senin, (15/11/2021) pagi.

Webinar bertema "Jadilah Pahlawan Milenial dengan Menanamkan Nilai Pancasila Dalam Diri Sendiri" dihadiri oleh Polda Kepri, BPIP RI, Kejari Batam, dan ratusan mahasiswa/i yang terdiri dari UNIBA, UNRI, UNRIKA, STAI Muhammadiyah Batam.

Rektor UNIBA, Prof. Dr. Ir Chablullah Wibisono mengatakan, kegiatan diselenggarakan berdasarkan keresahan bahwasanya pemahaman akan ideologi maupun sejarah bangsa yang mulai redup.

"Webinar ini dilaksanakan dengan mempertimbangkan generasi muda yang akan menjadi penerus. Ini penting karena penerus harus menerima tongkat estafet bak gayung bersambut, untuk memimpin bangsa ini ke depan. Kalau tidak orang lain masuk dengan strategi ekonominya sehingga kita tergantung dengan negara lain, dan ini bentuk penjajahan yang harus kita antisipasi di tanah air ini," ujar Chablullah kepada sejumlah awak media usai webinar.

Dikatakannya, untuk materi hari ini, berisikan pemantapan ideologi Pancasila dengan penjelasan keselarasan agama dan negara dalam perjalanan berbangsa yang satu yakni Indonesia.

Sementara itu salah satu narasumber webinar, Direktur Pelaksana Pendidikan dan Pelatihan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Sahlan Masduk, dalam pemaparannya menyampaikan berbagai potensi rusaknya ideologi Pancasila yang dapat memecah belah kesatuan NKRI.

"Ancaman demi ancaman baik bersifat internal, eksternal maupun siber dalam memecah belah keutuhan Indonesia telah banyak kita rasakan dalam 5 tahun berjalan ini, dengan kedok ormas ataupun kelompok tertentu yang menggaungkan ideologi lainya seperti khilafah bahkan hingga menghalalkan kudeta Indonesia dengan dalih penguasa thogut," jelasnya.

Selain itu pihaknya juga menjelaskan perlu adanya kewaspadaan terhadap organisasi intra dan ekstra kampus, yakni pada aktivis kampus yang dipandang keluar pada jalur semestinya.

"Berkaitan dengan agama sifatnya saya kira sangat selaras dan saling mendukung, seperti halnya ketika kita melakukan ibadah yang secara otomatis kita mengamalkan sila pertama, gotong-royong atau saling membantu sesama juga termasuk aktualisasi Pancasila, dan ini beberapa contoh bahwasanya agama dan Pancasila tidak bertolak belakang, saya rasa itu," ujarnya

ia juga mengatakan, dominasi budaya lain dapat menyebabkan hilangnya jati diri bangsa dan rasa memiliki terhadap budaya bangsa Indonesia. ia menambahkan wawasan tentang tokoh-tokoh kebangkitan nasional yang perlu diingat dan menjadi inspirasi terhadap pemuda maupun mahasiswa pada era sekarang ini. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved