Breaking News:

Pedagang di Lingga Keluhkan Pasokan Barang Terbatas, Dampak Perbaikan Pelabuhan Roro

Waktu perbaikan pelabuhan roro Jagoh Lingga yang lama dikeluhkan sejumlah pihak, khususnya pedagang.Pasalnya pasokan barang dari kapal jadi terbatas

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Pedagang di Lingga Keluhkan Pasokan Barang Terbatas, Dampak Perbaikan Pelabuhan Roro. Foto situasi pengerjaan perbaikan di Pelabuhan Roro Jagoh Lingga. 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Perbaikan Pelabuhan Roro Jagoh di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri masih belum selesai hingga saat ini, Rabu (17/11/2021).

Hal itu menuai sorotan dari masyarakat, terkait lamanya waktu perbaikan.

Pasalnya sudah hampir sebulan, pelayaran roro belum beroperasi akibat pengerjaan perbaikan tersebut.

Kapal roro itu sebelumnya sempat akan beroperasi di Pelabuhan Penarek. Namun belum ada kepastian oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga.

Sementara itu, semula perbaikan perlabuhan roro Jagoh dijadwalkan pada 10 hingga 31 Oktober 2021.

Namun pada 26 Oktober 2021, Dishub Lingga kembali menerbitkan surat dengan nomor 550/DISHUB/409, yang menyatakan bahwa penutupan Pelabuhan Roro tersebut diperpanjang karena pengerjaan proyek belum selesai.

Dalam surat kedua tersebut, penutupan diperpanjang hingga 25 November 2021.

Baca juga: Siswi SD di Lingga Juara 3 Nasional Gebyar Gema Pertiwi Pelajar Pancasila

Baca juga: Lingga Recycle Carnival Berjalan Sukses, Ini Kata Akari Kepri dan Bupati Lingga

Seorang tokoh masyarakat Singkep Barat, Suryadi turut menyesalkan lamanya pengerjaan proyek rehabilitasi dermaga Pelabuhan Roro.

Tak sedikit warga menilai, pengerjaan proyek senilai Rp 6,4 miliar itu lambat. Bahkan dinilai terkesan sengaja dilambatkan.

Lantaran Dinas Perhubungan (Dishub) Lingga sebelumnya mengumumkan target pengerjaannya satu bulan.

Meski sudah diperpanjang dua kali, namun hingga hari ini proyek tersebut masih terlihat belum juga selesai.

Karena itu, waktu selesai pengerjaan diprediksi akan semakin lama.

"Tentu ini akan sangat berdampak pada perekonomian masyarakat di Kabupaten Lingga. Karena biaya transportasi bahan-bahan pokok akan semakin besar dan bahan pokok yang selama ini masuk dari pelabuhan roro otomatis akan terhambat," kata Suryadi.

Dampak tersebut menurut Suryadi juga akan memicu terjadinya inflasi. Karena berkurangnya pasokan bahan pokok ke Lingga.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved