Breaking News:

Ini Kronologi Kasus yang Buat Muhammad Alif dkk Jadi DPO Kejari Bintan, Sempat Bebas

Muhammad Alif dkk sempat divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Begini kronologinya hingga Alif dkk jadi DPO Kejari Bintan

Penulis: Zabur Anjasfianto | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Alfandi Simamora
Ini Kronologi Kasus yang Buat Muhammad Alif dkk Jadi DPO Kejari Bintan, Sempat Bebas. Foto Muhammad Alif (kaos hitam) saat berada di sel sementara, Jumat (19/11/2021) 

BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Muhammad Alif alias Alif bersama dua rekannya, masing-masing Junaidi alias Adi Bin Yusuf dan Robianto alias Robi Bin Muhtar, divonis bebas majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang.

Sidang yang digelar pada 4 Maret 2021 itu dipimpin Hakim Muh Djauhar Setyadi, dengan anggota majelis hakim Novarina Manurung dan Tofan Husma Pattimura.

Sementara yang bertindak sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tri Yanuarty Sembiring.

Putusan Majelis Hakim saat itu menyatakan tiga terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan tunggal penuntut umum.

"Menyatakan terdakwa Junaidi alias Adi Bin Yusuf, Robianto alias Robi Bin Muhtar, dan Muhammad Alif alias Alif, tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam dakwaan tunggal Penuntut Umum," kata Majelis Hakim membacakan amar putusan saat itu.

"Membebaskan terdakwa Junaidi alias Adi Bin Yusuf, Robianto alias Robi Bin Muhtar, dan Muhammad Alif alias Alif oleh karena itu dari semua dakwaan Penuntut Umum," ujar Majelis Hakim.

Memerintahkan terdakwa Junaidi alias Adi Bin Yusuf, Robianto alias Robi Bin Muhtar, dan Muhammad Alif als Alif dibebaskan dari tahanan segera setelah putusan ini diucapkan.

Baca juga: Sempat Divonis Bebas, DPO Kejari Bintan Ini Kembali Masuk Bui Jalani Sisa Tahanan

"Memulihkan hak-hak para terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat serta martabatnya. Menetapkan barang bukti berupa 28 batang kayu bulat berbagai jenis dikembalikan kepada saksi Ersiti. Membebankan biaya perkara kepada negara," kata Majelis Hakim.

Vonis bebas dari Majelis Hakim PN Tanjungpinang itu, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut umum yang menuntut ketiga terdakwa dengan hukuman delapan bulan kurungan penjara.

Dalam tuntutan JPU itu, menyatakan bahwa terdakwa Junaidi, Robianto, dan Alif terbukti bersalah melakukan tindak pidana mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain.

"Dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, yang untuk sampai pada barang yang diambil dilakukan dengan memotong, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 363 Ayat (1) ke-4 dan Ke-5 KUHPidana," kata JPU membacakan tuntutan.

Atas putusan Majelis Hakim PN Tanjungpinang yang membebaskan tiga terdakwa tersebut, JPU langsung menyatakan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Memori kasasi pun dilayangkan ke MA pada 13 April 2021 dengan nomor surat W4.U2/1065/HK.01/IV/2021. Selanjutnya pada 5 Agustus 2021 dengan Nomor Putusan Kasasi 641 K/pID/2021, MA mengabulkan pemohonan Kasasi.

Hakim tunggal Dr Sofyan Sitompul mengabulkan permohonan kasasi dari pemohon kasasi atau penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Bintan.

"Membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Tanjung Pinang Nomor 2/Pid.B/2021/PN Tpg tanggal 4 Maret 2021.
Menyatakan Junaidi alias Adi Bin Yusuf, Robianto alias Robi Bin Muhtar, dan Muhammad Alif alias Alif
terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencurian dalam keadaan memberatkan," kata Dr Sofyan Sitompul.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved