Breaking News:

BATAM TERKINI

Bank Indonesia Kepri Beri Edukasi Cinta Rupiah di Webinar Bahari Kepri

Bank Indonesia Kepri menggelar webinar dengan tema Bahanakan Cinta, Bangga dan Paham Rupiah di Kepri.

Penulis: Rahma Tika | Editor: Dewi Haryati
ist
Bank Indonesia Catat 871 Lembar Uang Palsu Beredar di Kepri Sepanjang 2021. Foto Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Musni Hardi K. Atmaja saat mengisi acara webinar Bahari Kepri di Grand I Hotel, Sabtu (20/11/2021) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Bank Indonesia Kepulauan Riau ( Kepri) menggelar webinar dengan tema Bahanakan Cinta, Bangga dan Paham Rupiah di Kepri.

Dalam webinar kali ini mengupas bagaimana mengenali keaslian uang dan cara memperlakukan Rupiah sebagai mata uang. 

Webinar ini diikuti oleh Asisten II Bidang Perekonomian Pemprov Kepri Syamsul Bahrum, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Musni Hardi K. Atmaja, Asisten Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Deviana Anthony, dan Deputi Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Arif Kurniawan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Musni Hardi K. Atmaja mengatakan, Bank Indonesia adalah lembaga negara yang memiliki tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.

"Kestabilan nilai rupiah ini bisa dilihat dari dua hal. Pertama kestabilan harga barang yang tercermin dari perkembangan laju inflasi, dan yang kedua kestabilan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain," ujar Musni, Sabtu (20/11/2021). 

Untuk mencapai hal itu, Musni menjelaskan Bank Indonesia melaksanakan tugas di tiga bidang. Yakni bidang moneter, sistem pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan.

Berkaitan dengan tugas pembayaran yang sesuai dengan UU No 7 tahun 2011 tentang mata uang, Bank Indonesia diberikan tugas dan kewenangan pengelolaan uang rupiah. 

Baca juga: Bank Indonesia Ajak Masyarakat Cinta dan Bangga dengan Rupiah

Baca juga: Program Bank Indonesia Terkendala Internet, Gubernur Kepri Dorong Lewat Kominfo

Mulai dari tahapan perencanaan, pencetakan, pengeluaran, pengedaran, pencabutan, dan penarikan sampai dengan pemusnahan.

"Pengelolaan uang rupiah ini perlu dilakukan dengan baik demi mendukung dan terpeliharanya stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan, dan kelancaran sistem pembayaran. Pengelolaan uang rupiah yang dilakukan oleh Bank Indonesia ditujukan untuk menjamin tersedianya uang rupiah yang layak edar. Didominasi yang sesuai tepat waktu sesuai kebutuhan masyarakat serta aman dari upaya pemalsuan," terangnya.

Ia melanjutkan, saat ini masyarakat menyadari banyak cara hidup yang mengalami perubahan. Sejalan dengan munculnya teknologi digital yang semakin banyak digunakan dalam berbagai segi kehidupan.

Demikian juga halnya dengan uang rupiah. Saat ini tidak hanya dapat ditransaksikan secara tunai, melainkan juga melalui instrumen seperti kartu debit, kartu kredit, uang elektronik, maupun kanal pembayaran elektronik berupa mesin edisi.

"Meski transaksi ke depan sudah mengarah ke digital. Namun kami menyadari sebagian besar masyarakat Indonesia masih menggunakan uang tunai dalam bertransaksi sehari-hari. Mengingat kondisi wilayah yang terdiri dari pulau-pulau dengan infrastruktur pendukung digital yang bervariasi di berbagai daerah," ungkapnya.

Bank Indonesia Kepri terus melakukan edukasi tentang rupiah kepada seluruh masyarakat. Penting adanya kesadaran dalam memperlakukan uang rupiah dengan benar masih perlu ditingkatkan.

Hal ini dilihat dari masih banyaknya masyarakat yang melipat, mencoret, dan membasahi uang kertas.

"Dari perbankan yang menukar uang ke BI banyak ditemukan uang yang dicoret. Ada juga yang hampir robek karena lipatan. Uang itu sesuai dengan SOP di BI harus dimusnahkan dan diganti dengan uang yang layak edar," sebutnya.

Adapun uang yang tidak layak edar oleh BI Kepri pada tahun 2019 dan 2020 masing-masing sekitar Rp 1,13 triliun dan Rp 1,15 triliun.

( TRIBUNBATAM.id/Rahma Tika)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved