Breaking News:

Banyak Buaya, Warga Minta Pembangunan Tembok Sungai Pelunggut Batam Dilanjutkan

Ketua Kosplingsupel Alfian berharap pembangunan tembok Sungai Pelunggut dilanjutkan agar warga nyaman. Terutama dari ancaman buaya

Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Pertanian Sitanggang
Banyak Buaya, Warga Minta Pembangunan Tembok Sungai Pelunggut Batam Dilanjutkan. Foto anak-anak sedang bermain di pinggir Sungai Pelunggut, Sagulung Batam 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Warga Kaveling Kamboja, Sungai Pelunggut, Sagulung, Batam minta pembangunan tembok Sungai Pelunggut dilanjutkan kembali.

Pasalnya sudah tiga tahun terakhir, pembangunan tembok sungai itu tidak ada kelanjutannya.

Warga berharap pengerjaan tembok dilanjutkan, agar warga yang tinggal di bantaran sungai dapat nyaman saat air pasang dan saat hujan deras turun.

Bukan hanya dari banjir, tetapi di dalam sungai itu disebut-sebut juga banyak buaya.

Warga khawatir buaya naik ke darat karena saat ini anak-anak mulai banyak yang bermain di pinggir sungai tersebut.

"Kalau tembok bibir sungai sudah ada, minimal buaya tidak bisa naik ke darat," kata Ketua Komunitas Pecinta Sungai Pelunggut (Koplingsupel), Alpian, Sabtu (20/11/2021).

Ia melanjutkan, saat ini kaveling di bantaran Sungai Pelunggut yakni Kaveling Kamboja sudah ramai ditinggali warga.

Baca juga: PT TDK Electronics Indonesia Gandeng BP Batam Tanam Pohon di Waduk Duriangkang

Baca juga: Pekerja Tambang Diterkam Buaya, Tangan Kanan Korban Ditemukan di Dalam Mulut Buaya

"Jangan tunggu ada korban, baru pemerintah buka mata," katanya.

Warga Takut Melaut

Sementara itu tahun lalu, kemunculan seekor buaya di sekitar Pelabuhan Citra Nusa, Kabil, Kecamatan Nongsa, Batam membuat warga sekitar semakin resah.

Menurur warga sekitar, itu merupakan kali kedua dari kemunculan buaya setelah beberapa waktu lalu sempat terlihat di tebing pantai tidak jauh dari lokasi pelabuhan.

"Kejadian itu ( buaya di laut Pelabuhan Citra Nusa) sudah yang kedua. Pertama kali video dikirim kawan saya sesama nelayan. Jujur kami sebagai nelayan pasti takut," terang Bob, nelayan asal Kampung Melayu Batu Besar, Nongsa, Batam, Minggu (19/1/2020).

Menurutnya, video amatir yang beredar di media sosial terkait kemunculan buaya sempat menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Namun Bob memastikan jika teror buaya itu benar adanya.

"Itu yang dalam video merupakan tipe Buaya Senjulong. Sebab, moncongnya panjang. Kalau dikira-kira panjangnya sekitar 2 meter lebih itu," sebutnya sambil mengatakan jika buaya tipe ini berbeda dengan buaya muara atau kerap disebut buaya katak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved