Breaking News:

DLH Tanjungpinang Usulkan Rp 150 Juta untuk Penambahan Bin Kontainer Tahun 2022

Kabid Pengolahan Sampah dan Limbah B3 DLH Tanjungpinang Sutarjo sebut, pihaknya usulkan dana Rp 150 juta untuk penambahan bin kontainer tahun depan

tribunbatam.id/Noven Simanjuntak
DLH Tanjungpinang Usulkan Rp 150 Juta untuk Penambahan Bin Kontainer Tahun 2022. Foto Kabid Pengolahan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) Dinas Lingkungan Hidup Tanjungpinang Sutarjo 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tanjungpinang mengusulkan penambahan jumlah bin kontainer sampah pada pembahasan anggaran untuk tahun 2022.

Anggaran yang diusulkan mencapai Rp 150 juta. Anggaran sebesar itu di antaranya untuk memperbaiki 18 kontainer sampah lama yang mengalami kerusakan berat.

"Kami sudah usulkan anggaran untuk tahun 2022, perbaikan 18 bin kontainer sekira Rp 150 juta," ujar Kabid Pengolahan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) DLH Tanjungpinang, Sutarjo, Senin, (22/11/2021) di ruang kerjanya.

Ia menerangkan, untuk jumlah bin kontainer yang saat ini tersedia di Tanjungpinang belum mampu untuk menampung jumlah sampah yang dihasilkan setiap harinya.

"Bin kontainer sampah saat ini ada 54 unit. Menurut kami jelas itu tidak cukup karena rasio penduduk yang banyak. Minimalnya dari 1000 penduduk ada 1 bin kontainer yang disediakan," sebutnya.

Mengingat jumlah penduduk Tanjungpinang yang kini mencapai 227.663 jiwa per tahun 2020, rasio sampah yang ditimbulkan pun mencapai 90-94 ton perharinya.

Maka dari itu, pihaknya juga turut melakukan pengurangan sampah setiap harinya berkisar 17 persen dari sampah yang ada.

Baca juga: Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad Luncurkan Bank Sampah Kecamatan Lubuk Baja

Baca juga: Sepekan Tanjungpinang Nihil Kasus Baru Covid-19, Pasien Aktif Tinggal Dua Orang

"Kita ada program pengurangan sampah. 17 persen seharinya itu sudah bisa dikatakan cukup besar lah. Nantinya sebelum dibawa ke TPA, sampah yang ada akan kita pilah. Yang organik bisa diolah menjadi pakan ternak dan pupuk sedangkan non organik bisa diolah menjadi barang ekonomis untuk masyarakat," terangnya.

Meski berupaya untuk meletakkan bin kontainer di sejumlah titik wilayah, pihaknya juga mengaku sering mendapatkan penolakan dari sejumlah warga akibat aroma bau busuk yang ditimbulkan dari bin kontainer nantinya.

"Jadi dari hasil survei kami di beberapa titik, ada beberapa warga yang menolak. Tentu kita harus buat kesepakatan dulu dengan perangkat pemerintah dan warga setempat. Ke depan ini perlu juga diterapkan peraturannya agar lebih mempermudah pelayanan kita," jelasnya.

Untuk penanganan titik-titik sampah liar yang tidak tertangani, lanjutnya, telah diatasi dengan cara goro yang hampir dilakukan tiap minggunya.

(Tribunbatam.id/Noven Simanjuntak)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Tanjungpinang

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved