Breaking News:

BATAM TERKINI

NYARIS Diselundupkan ke Malaysia, 8 Calon TKI Diselamatkan Polairud Polresta Barelang Batam

Delapan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang hendak diselundupkan ke Malaysian melalui Kota Batam diselamatkan oleh Satpolair Polresta Barelang.

Penulis: Eko Setiawan | Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id/Eko Setiawan
Delapan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang hendak diselundupkan ke Malaysia melalui Kota Batam diselamatkan oleh Satpolair Polresta Barelang. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Delapan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang hendak diselundupkan ke Malaysian melalui Kota Batam diselamatkan oleh Satpolair Polresta Barelang.

Penyelamatan yang dilakukan Satpolairud Polresta Barelang ini dilakukan pada hari Kamis (18/11/2021) pukul 20.30 WIB.

Kasat Polairud Polresta Barelang AKP Syaiful Badawai dalam ekspose perkara di Kantor Satpolair Polresta Barelang mengatakan kalau mereka menyelamatkan delapan PMI ini di kawasan Pulau Buaya Belakang Padang.

"Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, kita melakukan pendalaman dan akhirnya menemukan mereka. Kita tangkap di kawasan pulau Buaya Belakang Padang," sebutnya.

Sempat terjadi kejar-kejaran anatara Polisi dengan tekong TKI di laut.

Karena terdesak, akhirnya kapal yang membawa PMI dikandaskan di Pulau Buaya kawasan Belakang Padang.

"Di sana mereka kita selamatkan, selain itu kita juga mengamankan seorang tekongnya," sebut Badawi lagi.

Sejauh ini para korban diinapkan di kantor Satpolair Polresta Barelang. Mereka rencananya akan dipulangkan ke kampung halaman mereka dengan pihak ke tiga.

Baca juga: KAPAN Kebijakan Libur Nataru di Kepri Ditetapkan? Ini Jawaban Gubernur Kepri Ansar Ahmad

Dari hasil keterangan para korban juga terungkap kalau ada dari delapan korban sudah menyetor uang totalnya Rp 11 juta. Pertama Rp 2 juta dan dan seorang lagi Rp 9,5 juta.

"Dua orang yang yang menyetor uang tersebut akan dipekerjakan direstoran. Sementara orang-orang yang tidak menyetor uang akan dikerjakan sebagai pembantu rumah tangga," kata Badawi.

Sementara orang-orang yang tidak membayar kepada Agen tersebut nantinya selama 4 bulan bekerja gajinya akan ditahan.

"Jadi itu perjanjian antara mereka dengan PMI ini," sebutnya.

Pastinya menurut Badawi, mereka ini memang ditipu mentah-mentah oleh Agen yang hendak menyelundupkannya.

Bahkan mereka tidak dibuatkan surat-surat resmi dari ke Imigrasian.

"Nggak ada paspor nggak ada surat-surat. Mereka memang mau diselundupkan," tegasnya. (TRIBUNBATAM.id/Koe Setiawan)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved