Breaking News:

DEMO BURUH DI BATAM

RATUSAN Buruh Batam Demo di Graha Kepri, Ancam Bawa Massa Lebih Banyak Jika Tuntutan tak Dipenuhi

Buruh Batam mengancam akan demo 4 hari dan membawa massa lebih banyak lagi jika tuntutan mereka terkait kenaikan UMK sebesar 7 persen tak dipenuhi.

TRIBUNBATAM.id/Ronnye Lodo Laleng
Ketua DPC FSP LEM SPSI Batam, Surya Sastra mengatakan, demo buruh rencananya akan dilakukan selama 4 hari, yakni yakni tanggal 25, 26, 29 dan 30 November 2021. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Buruh yang tergabung dalam serikat pekerja Batam terus menyuarakan aspirasinya di depan Gedung Graha Kepri, Kamis (25/11/2021).

Ada beberapa harapan dan tuntutan para buruh yang menjadi perhatian serius Pemerintah Kepri.

Hal ini di sampaikan oleh Ketua DPC FSP LEM SPSI Batam, Surya Sastra.

Saat ditemui TRIBUNBATAM.id Surya mengatakan, seharusnya Pemerintah Provinsi Kepri sebelum membahas UMK Batam untuk 2022, terlebih dahulu menetapkan UMK Batam 2021 sesuai aturan yang berlaku.

Karena permasalahan UMK Batam tahun 2021 yang sudah sampai ke pengadilan buruh menang, namun sampai saat ini keputusan di Pengadilan belum di jalankan oleh Pemerintah Provinsi Kepri dan Gubernur Kepri.

"Kenaikan 7 hingga 10 persen yang kita minta itu sesuai aturan yang ada. Jika kenaikan UMK Batam diakomodir 7 persen saja maka UMK Batam pada 2022 senilai Rp 4,4 juta. Ini sesuai aturan yang berlaku, pemerintah jangan abaikan aturan yang ada," ucap Surya, Kamis, (25/11/2021) di sela-sela kerumunan massa pendemo.

Dikatakannya, Pemerintah Provinsi juga sudah seharusnya membuat Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) di Kota Batam, sebab lebih dari 80 persen kasus ketenaga kerjaan di Provinsi Kepri terjadi di Kota Batam.

Jika UMK Batam pada tahun 2022 tidak dinaikan sesuai dengan tuntutan buruh, maka pihaknya akan melakukan aksi yang lebih besar lagi dan dengan jumlah masa yang lebih banyak.

"Demo ini direncanakan berlangsung selama 4 hari, yakni yakni tanggal 25, 26, 29 dan 30 November 2021. Setiap hari akan kita tambah terus massa jika Pemerintah tidak mendengarkan ini," katanya.

Baca juga: KISAH Sukses Seren, Baru Berusia 20 Tahun Sudah Jadi Penulis Muda dan Terbitkan 5 Karya

Baca juga: BREAKING NEWS - 5 Calon PMI Ilegal Nyaris Dikirim ke Malaysia dari Batam, Pelaku Masih SMA

Ditegaskannya, hal yang lebih penting diperhatikan oleh Pemerintah saat ini adalah melakukan kontrol harga, sebab saat ini yang jadi masalah baru adalah belum lagi UMK naik, harga sembako malah naik tajam.

Harga yang paling meningkat tajam saat ini adalah minyak goreng.

"Pemerintah harus konsen untuk mengontrol harga sembako, sebab sekarang harga sembako di Batam tidak jelas dan berantakan, masak harga cabai di daerah Batam Centre dan sekitarnya beda dengan di daerah Batu Aji jauh. Bahkan yang lebih parahnya lagi dalam satu pasar itu harganya juga jauh berbeda," ceritanya.

Ia berharap agar dengan adanya demo ini bisa mengetuk hari Pemerintah Kepri agar mempertimbangkan hal-hal yang disampaikan buruh dalam demo hari ini. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved