LINGGA TERKINI
GEGARA Kapal Roro Tak Beroperasi ke Lingga, Harga Bahan Pokok Naik
Akibat kapal Roro ke Lingga berhenti beroperasi untuk sementara waktu, telah berimbas pada harga sembako di wilayah ini naik.
Penulis: Febriyuanda |
LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Perbaikan Pelabuhan Roro Jagoh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga menyebabkan kapal Roro ke Lingga berhenti beroperasi sementara.
Setidaknya selama hampir dua bulan, pelayaran Kapal Roro melalui Pelabuhan Jagoh di wilayah Singkep terhenti, dan menyebabkan pasokan bahan pokok terkena imbas.
Pasalnya, harga bahan pokok di pasaran Dabo Singkep khususnya, mengalami kenaikan hingga saat ini, Minggu (28/11/2021).
Seorang pedagang di pasar Dabo, Suriansyah mengaku berkurangnya minat pembeli masyarakat, dikarenakan sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan.
Hal tersebut diakui Suriansyah karena tidak jalannya kapal Roro yang biasa mereka gunakan, untuk mengangkut bahan pokok makanan dari Provinsi Jambi.
"Semenjak roro tidak jalan harga bahan pokok makanan mengalami kenaikan seperti cabai rawit Rp 50 ribu perkilo, biasanya kita jual Rp 38 ribu perkilonya, cabai merah Rp 58 ribu perkilo biasanya Rp 48 ribu perkilo," kata Suriansyah.
Pedagang ini mengungkapkan, meski demikian ada juga beberapa bahan pokok yang stabil dan turun seperti bawang merah jawa Rp 22 ribu biasanya Rp 35 ribu perkilonya.
Dan bawang putih masih stabil di harga Rp 24 ribu per kilonya.
Baca juga: GUBERNUR Kepri Larang Petugas Memvaksin Lansia dengan Kondisi Tidak Sehat
Baca juga: BEGINI Kondisi Terkini Fitri, Pelajar Asal Karimun yang Tertelan 2 Jarum Pentul
"Untuk kentang dan sayur kol dijual Rp 10 ribu perkilo, wartel Rp 13 ribu perkilo, dan sawi putih Rp 14 ribu perkilo," jelasnya
Kenaikan tersebut disebabkan para pedagang harus menyewa pompong untuk mengangkut bahan pokok makanan.
Dengan menggunakan pompong diakui Suriansyah banyak barang dagangan miliknya yang rusak.
"Kalau pakai kapal dihitung 1.200 perkilo kalau sekarang mau hampir 2000 sebab kita catar pompong dari tungkal ke Dabo jadi agak mahal," ungkapnya
"Biasanya mobil langsung turun ke Roro jadi dari jambi langsung sampai di dabo dan barang juga tidak banyak yang rusak, sebab barang turun naik pompong. Kerusakan bisa mencapai 30 persen, sementara kalau pakai kapal roro barang tak banyak rusa," tambahnya.
Ia berharap agar kapal Roro dari tungkal ke Dabo Singkep segera beroperasi sehingga harga bahan pokok tidak mahal dan barang juga tidak banyak yang rusak.
"Kita harapkan roro segera jalan kembali," harapnya. (TRIBUNBATAM.id/Febriyuanda)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/28112021harga-sembako-di-dabo-singkep.jpg)