Breaking News:

BATAM TERKINI

Konflik Pasutri Berakhir Damai di Kejaksaan, Riza Genggam Erat Tangan Rina

Konflik rumah tangga pasangan suami istri ini berakhir indah di kejaksaan. Keduanya saling memaafkan kesalahan satu sama lain.

TribunBatam.id/Ian Sitanggang
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Polin Octavianus Sitanggang bersama pasangan suami istri yang sepakat berdamai, Jumat (26/11). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Konflik pasangan suami istri, Riza Wiranda dan Rina Susanti berkhir bahagia.

Rina sebelumnya melaporkan ulah sang suami ke Polsek Batu Ampar yang kerap berbuat kasar kepadanya pada 3 Oktober 2021.

Akibat laporannya itu, sang suami ditangkap polisi.

Riza Wiranda terjerat pasal 351 KUHP dengan ancaman 2 tahun penjara.

Berkasnya pun sampai ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam.

Belakangan, keduanya sepakat untuk berdamai.

Kepala Kejari Batam, Polin Octavianus Sitanggang yang mengetahui niat pasangan suami istri ini menyambut baik.

Baca juga: Rumah Singgah Bagi Korban KDRT dan Perdagangan Orang Dikelola UPTD Dinas P2TP2A Kepri

Baca juga: Helmy Hemilton Laporkan JPU Kejari Batam ke Jamwas dan Jampidum Kejagung

Pihaknya memfasilitasi perdamaian itu lewat restorative justice, Jumat (26/11/2021).

Dia menjelaskan kasus yang menjerat Riza di SP3, dengan catatan tidak mengulangi perbuatannya kembali.

"Jika pelaku melakukan perbuatannya kembali, maka tidak bisa dilakukan Restorative Justice," tegas Polin, Senin (29/11/2021).

Dia mengatakan ke depan seluruh kasus yang hukumannya di bawah lima tahun bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Tahun ini Kejari Batam setidaknya menerbitkan 3 surat perintah penghentian penyidikan (SP3).

Sejumlah kasus tersebut di antaranya kasus pelanggaran UU ITE, kasus penggelapan dan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Baca juga: Ibu 2 Anak Menangis saat Sidang, Kesal Suami Jarang Pulang Hingga Kerap Mabuk Malah Terjerat KDRT

Baca juga: Kejari Batam Kaji Pembubaran PT PMB, Sulap Hutan Lindung Jadi Kaveling

"Kasus yang hukumannya di bawah lima tahun, kami usahakan untuk diselesaikan secara kekeluargaan atau restorative justice. Dengan catatan kedua belah pihak, baik korban maupun pelaku, membukakan pintu saling memaafkan," sebutnya.

Pihaknya berharap, akan lebih banyak lagi kasus serupa.(Tribun Batam.id/Ian Sitanggang)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved