Breaking News:

7,6 Juta Orang Filipina Divaksin dalam Waktu 3 Hari, Dutarte: Kematian Dini Atau Hidup Lebih Lama

Pemerintah Filipina sebelumnya dituduh tidak kompeten dan korup dalam menangani pandemi, telah melakukan kampanye vaksinasi besar-besaran.

Editor: Eko Setiawan
(Raja RODRIGUES / Divisi Foto Presiden (PPD) / AFP)
Foto selebaran ini diambil pada 4 Maret 2021 dan diterima pada 5 Maret dari Divisi Foto Kepresidenan (PPD) menunjukkan Presiden Filipina Rodrigo Duterte memegang botol vaksin AstraZeneca Covid-19 saat upacara di pangkalan udara militer di Manila, tak lama setelah vaksin tiba dari Eropa. 

TRIBUNBATAM.id - Hanya dalam tiga hari, Filipina mampu melakukan Vaksinasi sebanyak 7,6 juta orang.

Namun Presiden Filipina tidak puas dengan pencapaian tersebut.

Ia terus mendesak untuk peningkatan Vaksinasi di negaranya.

Pemerintah Filipina sebelumnya dituduh tidak kompeten dan korup dalam menangani pandemi, telah melakukan kampanye vaksinasi besar-besaran.

Selama tiga hari, Filipina telah memberikan suntikan vaksin Covid kepada 7,6 juta orang berusia 12 tahun ke atas.

Sekitar 34,52 persen dari populasi Filipina kini sudah sepenuhnya menerima vaksin Covid-19.

Baca juga: Presiden Rodrigo Dutarte Pastikan ke Rakyatnya, Pilih Vaksin Atau Masuk Penjara

Melansir NPR, penyelenggara awalnya berharap dapat memvaksinasi sembilan juta orang.

Seiring dengan meningkatnya vaksinasi, infeksi harian baru di Filipina juga menurun drastis.

Tetapi Presiden Duterte tidak melihat alasan untuk bersantai karena varian omicron semakin menarik kekhawatiran global.

Dikenal memiliki sifat blak-blakan, Duterte mendesak orang-orang untuk divaksinasi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved