Senin, 27 April 2026

Angkat Topik Sekolah Anti Perundungan, SMAK Yos Sudarso Ciptakan Ekosistem Belajar Lebih Baik

SMAK Yos Sudarso kembali mengadakan Pameran dan Pentas Seni. Acara diadakan pada tanggal 10 Desember 2021 bertempat di GOR SMAK Yos Sudarso Batam

Ist
Siswa-Siswi SMAK Yos Sudarso sedang melakukan Gladi Resik 

TRIBUNBATAM.id - SMAK Yos Sudarso Batam kembali mengadakan Pameran dan Pentas Seni.

Acara diadakan pada tanggal 10 Desember 2021 bertempat di GOR SMAK Yos Sudarso Batam.

"Pada acara nanti terdapat 2 Event yang disatukan menjadi 1 kegiatan,
yang pertama hasil produk dari proyek siswa sebagai bentuk implementasi penguatan profil pelajar pancasila serta program sekolah sebagai sekolah anti perundungan" Ucap Sumiyati Selaku Kepala Sekolah SMAK Yos Sudarso Batam

Hasil dari implementasi penguatan profil pelajar pancasila yang akan dipamerkan adalah dalam bentuk Poster, Seni, Puisi, Karya tulis serta dalam bentuk Karya Kreasi lainnya.

Sebagai Sekolah penggerak, SMAK Yos Sudarso Batam wajib menjalankan Proyek Implementasi penguatan profil pelajar pancasila serta program sekolah anti perundungan dan kekerasan yang dinamakan program ROOTS.

Program roots ini diharapkan dapat mengajak siswa membuat ekosistem sekolah menjadi bebas perundungan.

Untuk Program Sekolah anti perundungan, prosesnya hampir sama dengan penguatan profil pelajar pancasila. Proses didampingi oleh guru dan murid akan diajak untuk mengimplementasikan sekolah yang bebas perundungan.

Program Sekolah anti perundungan juga akan menghasilkan produk. dimana produknya akan dipamerkan dalam event Root Day.

Hasilnya lebih kepada membuat drama musikal gerakan sekolah anti perundungan serta membuat deklarasi anti perundungan.

Sumiyati berharap setelah selesai nanti, Siswa SMAK Yos Sudarso memiliki tingkat toleransi yang tinggi.

Serta dengan siswa menyadari bahwa perundungan itu tidak baik serta dapat berakibat buruk bagi siswa yang mengalami perundungan.

Program ini dilakukan dalam upaya agar dapat menciptakan ekosistem pembelajaran menjadi lebih baik dan menyenangkan.

Dalam program Roots ini, bukan hanya tugas sekolah. Tetapi juga diperlukan peran aktif dari keluarga serta lingkungan. Demikian juga masyarakat agar ikut bersinergi dalam melakukan program tersebut.

Sehingga tujuan besar dari Implementasi Proyek tersebut dapat tercapai dengan maksimal.

"Tentunya anak-anak sudah sangat mengerti tentang pentingnya keberagaman semoga tidak tergerus dengan gosip-gosip yang dapat memecah belah. Serta dapat menfilter hal-hal yang yang negatif. karna faktor lingkungan
tidak dapat kita stir tapi kita bisa bentuk karakter si anak" Lanjut Sumiyati

Acara diadakan secara Luring dengan tetap menjalankan Prokes. Serta turut mengundang Walikota, Kepala Disdik provinsi, kepala LPMP Provinsi, Pengawas sekolah, Ketua Yayasan, Kepala sekolah penggerak lainnya, perwakilan tokoh agama, perwakilan orang tua serta siswa kelas 10 diwajibkan untuk hadir.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved