Breaking News:

CORONA KEPRI

ATURAN BARU! Dinkes Ubah Prosedur Tes PCR untuk Cegah Varian Omicron Masuk Batam

Dinas Kesehatan Batam mengeluarkan surat edaran tentang deteksi dini Omicron varian terbaru Covid-19. Yakni dengan memperbarui prosedur tes PCR.

TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi
Kepala Dinas Kesehatan Batam, dr Didi Kusmajardi mengatakan, Dinas Kesehatan Batam mengeluarkan surat edaran tentang deteksi dini Omicron varian terbaru Covid-19. Yakni dengan memperbarui prosedur tes PCR. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Dinas Kesehatan Batam mengeluarkan surat edaran tentang deteksi dini Omicron varian terbaru Covid-19. 

Kepala Dinas Kesehatan Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, lewat surat edaran ini disampaikan ke seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Batam yang melakukan pemeriksaan PCR.

Dimana apabila dijumpai hasil PCR positif dengan batas ct < 30 harus ke laboratorium sekuensing (Litbangkes). 

Selanjutnya, bila pasien dengan gejala suspek Covid-19 hasil PCR negatif dengan menggunakan alat yang satu gen harus dikonfirmasi sampel yang negatif ke laboratorium yang mampu mendeteksi gen lain yang stabil N, E, Orf1b, dan RdRp minimal dua gene. 

Untuk laboratorium yang masih menggunakan satu gen diberi waktu dua bulan yaitu sampai 31 Januari 2022 untuk mempersiapkan laboratorium dengan kemampuan mendeteksi minimal 2 gene. Selain itu, lembar hasil PCR harus mencantumkan CT Value dari masing-masing gene yang diperiksa. 

"Kita sudah buat surat edarannya. Hal ini sebagai langkah antisipasi kita menghadapi varian Omicron ini," ujar Didi, Kamis (9/12/2021).

Baca juga: BREAKING NEWS - Buruh Bintan Gelar Demo UMK 2022 di Kawasan Industri Seri Kuala Lobam

Baca juga: BURUAN Vaksin, Cek 12 Lokasi Vaksinasi Covid-19 di Kota Tanjungpinang pada Hari Ini (9/12)

Sebab, kalau masih satu gen dikhawatirkan varian Omicron ini bisa lolos dari pemeriksaan. Sejauh ini Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) dan Rumah Sakit Galang telah memakai PCR dengan gen minimal dua. 

"Yang menjadi konsen kita untuk WNA yang masuk, agar KKP menuju ke laboratorium atau RS yang punya kemampuan PCR minimal dua gen," ucapnya. 

Didi menambahkan, pihaknya juga sudah meminta KKP guna memastikan kembali ketika laboratorium tersebut sudah memiliki minimal dua gen pada pemeriksaan PCRnya. 

“Di samping kita buat edaran, kita juga minta KKP memastikan yang dipakai itu (laboratorium) sudah dua gen. Saat ini untuk kedatangan WNA di pelabuhan yang ditunjuk ada 3 laboratorium," ungkap Didi. 

Selanjutnya untuk pekerja migran Indonesia yang masuk ke Batam lanjutnya, memakai laboratorium PCR RSKI Galang untuk entri pemeriksaan. (TRIBUNBATAM.id/Beres Lumbantobing)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved