Breaking News:

KORUPSI DI BINTAN

Kepala Puskesmas Sei Lekop Jadi Tersangka Kasus Insentif Fiktif Tenaga Kesehatan

Kejaksaan akhirnya membuktikan janjinya terkait penetapan tersangka insentif fiktif tenaga kesehatan di Puskesmas Sei Lekop.

TribunBatam.id/Alfandi Simamora
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bintan, I Wayan Riana menunjukkan uang yang disita atas kasus korupsi di Puskesmas Sei Lekop, Kamis (9/12/2021). 

BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Kasus insentif fiktif tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Sei Lekop memunculkan fakta baru.

Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan akhirnya menetapkan Kepala Puskesmas (Kapus) Sei Lekop, dr Zailendra Permana sebagai tersangka.

Akibat ulahnya, Kejari Bintan menaksir kerugian Negara hingga Rp 400 juta.

Penetapan tersanga Kapus Sei Lekop ini setelah melalaui serangkaian tahapan.

Mulai dari pemanggilan sejumlah pihak sebagai saksi.

Hingga menaikkan status dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Baca juga: Belasan Staf Puskesmas Dapat Panggilan Sayang Kejari Terkait Insentif Fiktif Nakes

Baca juga: Ketika Kejati Kepri Diminta Usut Tuntas Kasus Korupsi Natuna hingga Tanjung Pinang

Hingga penggeledahan di Puskesmas Sei Lekop yang berlokasi di Kecamatan Bintan Timur, Selasa (30/11).

Penyidik Kejari Bintan menyita ponsel Kapus Sei Lekop itu bersama sejumlah sim card milik sejumah staf puskesmas lainnya.

Mereka juga menyita sedikitnya tiga dus berisi sejumlah dokumen penting dari penggeledahan serta melanjutkannya ke ruangan kasubag keuangan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan pada hari yang sama.

"Kami telah menetapkan Kepala Puskesmas Sei Lekop sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi pencairan insentif fiktif,” ungkap Kajari Bintan, I Wayan Riana saat ungkap kasus di depan kantor Kejari Bintan, Kamis (9/12/2021).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved