Breaking News:

Harga Daging Ayam Naik Jelang Natal, Disperindag Tanjungpinang Surati 4 Pengusaha

Disperindag Tanjungpinang menyurati 4 pengusaha sebagai penyuplai daging ayam skala besar, agar tidak menaikkan lagi harga daging ayam jelang Natal

tribunbatam.id/Noven Simanjuntak
Kabid Stabilisasi Harga dan Pengembangan Ekspor Impor Disperindag Tanjungpinang, Muhammad Endy Febri, Selasa, (14/12/2021). 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tanjungpinang menyurati beberapa pihak integrator sebagai penyedia komoditas daging ayam.

Langkah itu untuk menstabilkan harga daging ayam potong yang merangkak naik jelang Natal dan Tahun Baru 2022.

"Sesuai arahan Wali Kota, kami diminta menyurati pihak integrator sebanyak 4 pengusaha dengan tingkat penyuplai skala besar untuk mengantisipasi melonjaknya harga daging ayam jelang Nataru," ujar Kabid Stabilisasi Harga dan Pengembangan Ekspor Impor Disperindag Tanjungpinang, Muhammad Endy Febri, Selasa, (14/12/2021).

Dari hasil pantauan di pasar tradisional lanjutnya, memang terdapat kenaikan harga daging ayam potong meskipun terbilang tidak terlalu tinggi dari harga semula. Yakni dari Rp 37.000 kini menjadi Rp 40.000 per kilonya.

"Isi dalam surat itu, kami meminta agar pihak integrator tidak lagi menaikkan harga daging ayam lebih dari Rp 40.000 per kilonya," sebutnya.

Secara pasti pihaknya belum dapat mengetahui penyebab melonjaknya harga daging ayam.

Sebab untuk stok daging ayam di Kabupaten Bintan sebagai penyuplai masih mencukupi permintaan masyarakat Tanjungpinang.

"Kalau stok di Bintan masih cukup, namun kalau dari Batam informasi yang baru kita dapatkan adanya pembatasan pengiriman daging ayam ke Tanjungpinang, lantaran untuk memenuhi tingginya permintaan warga Batam jelang Nataru," terangnya.

Baca juga: Harga Tiket dan Jadwal Pesawat dari Batam ke Jakarta, Medan, Padang, dll Penerbangan Rabu (15/12)

Baca juga: Pedagang Gorengan Batam Galau, Harga Cabai dan Minyak Goreng Naik Jelang Nataru

Masih kata Endy, bila dibandingkan harga jual antara penjual daging ayam potong di pasar dan penjual daging ayam hidup di luar pasar, terdapat nilai harga yang cukup siginifikan.

"Kalau pantauan kami penjual mandiri ayam hidup harganya hanya berkisar Rp 32 ribu sampai Rp 34 ribu saja. Bisa dikatakan stok yang mereka jual dari peternakan sendiri, beda dengan yang di dalam pasar sudah dalam kondisi bersih dan siap dijual," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved