Breaking News:

Pendapatan Menambang Pancung Turun Drastis Akibat Pandemi, Ridwan Tetap Optimistis Hidupi Keluarga

Lelaki yang menetap di Kampung Bugis itu tetap bersyukur dapat bertahan hingga sekarang dengan mengandalkan profesi satu-satunya yang ia tekuni.

tribunbatam.id
Ridwan, penambang boat pancung di Pelantar II Kota Tanjungpinang berdiri di atas boatnya, Selasa (14/12/2021). 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Banyak orang yang merasakan dampak ekonomi dari pandemi Covid-19.

Terutama para pekerja mandiri yang mengandalkan usaha seperti pedagang, usahawan, sopir angkutan umum, penambang boat, dan lainnya.

Umumnya mereka mengalami penurunan omset karena berkurangnya pembeli,  atau minimnya penumpang yang berimbas pada menurunnya pendapatan.

Seperti yang dirasakan oleh pria bernama Ridwan ini.

Pendapatannya sebagai penambang boat pancung menurun drastis selama pandemi. Meski demikian ia tetap bertahan dan optimistis menjalani pekerjaannya demi menghidupi istri dan empat anaknya.

Hari itu, Ridwan nampak sibuk, langkah kakinya mondar-mandir tepat di muka gerbang Pelabuhan Pelantar II Tanjungpinang,

Matanya tampak liar seolah menantikan kedatangan orang-orang yang hendak melakukan penyeberangan.

Langit juga masih berawan, namun teriknya sinar matahari seolah tak menyurutkan semangat pria paruh baya beranak empat itu untuk menambang boat pancungnya demi memenuhi kebutuhan hidup.

Terhitung sudah 35 tahun ia menjalani profesi sebagai penambang boat pancung mengantarkan penumpang ke tiga kawasan mulai dari Senggarang, Kampung Bugis dan Pulau Penyengat.

Namun kini, pengasilan Ridwan mulai menurun sejak pandemi Covid-19 .

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved