Breaking News:

Beda Singapura Malaysia Indonesia Soal Harga Rokok, Kemenkeu Naikkan CHT Mulai 2022

Harga rokok di Indonesia bakal naik mulai 2022. Kemenkeu mengklaim Singapura dan Malaysia lebih tinggi menetapkan harga rokok dibanding tanah air.

TRIBUNBATAM.ID/RAHMA TIKA
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bakal menaikkan cukai hasil tembakau (CHT) pada 2022. Mereka mengklaim harga rokok di tanah air jauh lebih rendah dibanding negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Foto kedai yang menjual aneka rokok di Provinsi Kepri. Foto ilustrasi diambil sebelum pandemi covid-19. 

TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Republik Indonesia akan menaikkan cukai hasil tembakau sebesar 12 persen pada 2022.

Dampaknya berimbas pada harga rokok yang akan naik.

Kepastian naiknya harga rokok ini disampaikan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani.

Harga rokok per bungkusnya pun bakal bervariasi dengan yang tertinggi Rp 40.100/bungkus (isi 20 batang).

Sementara untuk Sigaret Kretek Mesin (SKM) golongan I, harganya mencapai Rp 38.100/bungkus.

Harga SKM golongan I yang akan menjadi Rp 38.100 per bungkus di tahun 2022 menempatkan harga rokok RI di urutan ketiga termahal dibanding ASEAN-5.

Dibandingkan Filipina, Thailand, dan Vietnam, harga rokok di dalam negeri masih lebih tinggi.

Baca juga: Ini Dampak Rokok bagi Kesehatan Jantung, Simak 6 Cara Hentikan Candu

Baca juga: Baru Dirilis WHO, 2 Obat Ini Bisa Bantu Berhenti Merokok?

Di Filipina, harga rokok 2,03 dollar AS atau Rp 29.772/bungkus.

Adapun Thailand 1,92 dollar AS atau Rp 28.125/bungkus, dan Vietnam 0,93 dollar AS atau Rp 13.572/bungkus.

Meski harga rokok di Indonesia bakal naik, Menkeu Sri Mulyani mengatakan jika harga ini jauh lebih rendah dibanding sejumlah negara tetangga, sebut saja Singapura dan Malaysia.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved