Rabu, 8 April 2026

Kasus Covid-19 Melandai, Pariwisata Kepri Kembali Menggeliat

Namun sekarang sudah berbeda. Rata-rata hunian di Kepri sudah muali naik kembali. Terlebih Provinsi Kepri merupakan salah satu Provinsi yang sukses da

Editor: Eko Setiawan
tribunbatam.id/Alfandi Simamora
Suasana saat Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar melepas peserta event olahraga sepeda bertajuk Tropical Ride di kawasan wisata Bintan Resort di Lagoi Bay, Sabtu (20/11/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Semenjak kasus Covid-19 di Kepri Melandai, dunia pariwisata di Kepri mulai bangkit Kembali.

Hal tersebut terlihat dari meningkatnya hunian hotel disejumlah wilayah yang ada di Provinsi Kepri.

Bangkitnya pariwisata pasca pandemi ini juga dibenarkan oleh Kadis Pariwisata Provinsi Kepri Buralimar.

Menurut Buralimar, kondisi menurunnya tingkat hunian hotel paling parah terjadi di tahun 2020 sejak awal pandemi Covid-19.

Jika dirata-ratakan, seluruh hotel di Kepri kala itu capaian tingkat okupansinya masih di bawah 20 persen.

Namun sekarang sudah berbeda. Rata-rata hunian di Kepri sudah muali naik kembali. Terlebih Provinsi Kepri merupakan salah satu Provinsi yang sukses dalam pemberian Vaksinasi Kepada masyarakat.

"Jika dirata-ratakan, seluruh hotel di Kepri saat ini memiliki tingkat hunian mencapai 50 persen, dan 60 persen lebih di momen akhir pekan. tahun lalu hanya 20 persen," sebutnya.

Ia mencontohkan seperti di Anmon, Lagoi. Disana sudah mencapai 90 persen hunian. "Kemarin saya ke Aston Tanjungpinang, sudah 60 persen," jelas Buralimar.

Menurutnya, hal ini tidak lepas dari upaya para asosiasi travel agent di Kepri yang gencar mempromosikan paket-paket pariwisata.

Sebelumnya, Dinas Pariwisata Kepri telah mendorong lima asosiasi pariwisata untuk merancang paket-paket travel dengan beragam promo. Sasaran wisatawan saat ini masih merupakan wisatawan lokal dan wisatawan nusantara (wisnus).

Selain itu, kebijakan pemerintah tentang pemeriksaan kesehatan di pintu-pintu masuk pelabuhan dan bandara juga berpengaruh terhadap meningkatnya jumlah wisatawan yang datang.

Buralimar mengungkapkan, ketika kebijakan wajib PCR diberlakukan, jumlah kedatangan wisatawan menurun drastis.

"Sekarang harga PCR tidak lagi menjadi masalah, melainkan waktu lamanya keluar hasil, itu yang menjadi pertimbangan wisatawan mau bepergian," tambah Buralimar. (Tribunbatam.id/Eko Setiawan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved