Breaking News:

INFO CUACA

BMKG: Hujan Masih Berpotensi Terjadi di Tanjungpinang dan Bintan 3 Hari ke Depan

BMKG keluarkan rilis prakiraan cuaca untuk Tanjungpinang dan Bintan, berlaku dari tanggal 19-21 Desember 2021. Kedua wilayah masih berpotensi hujan

DOK TRIBUNWOW
BMKG: Hujan Masih Berpotensi Terjadi di Tanjungpinang dan Bintan 3 Hari ke Depan. Foto Ilustrasi Info Cuaca 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang memprakirakan cuaca untuk wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) untuk tiga hari ke depan. Itu dari tanggal 19-21 Desember 2021.

Analisis dinamika, suhu muka laut (Sea Surface Temperature atau SST) per tanggal 17 Desember 2021 di sekitar Perairan Kepulauan Riau khususnya di Perairan Pulau Bintan umumnya masih dalam kondisi yang hangat berkisar antara 28 - 29°C dan anomali SST di wilayah perairan Kepulauan Riau cenderung bersifat positif yang bernilai antara 0.5 s.d. 1.5°C.

Indeks ENSO terupdate masih bernilai -1.03 dan dalam kondisi La Nina Moderat, sehingga secara umum dapat memberikan dampak terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Indonesia, termasuk wilayah Kepulauan Riau. Diprakirakan kondisi La Nina Lemah – Moderat akan berlangsung hingga April - Juni 2022.

"Indeks Dipole Mode (DMI) terupdate juga masih bernilai -0.1 dalam kondisi netral. Diprakirakan kondisi negatif cenderung netral hingga Mei 2022. Kondisi tersebut untuk saat ini tidak berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Indonesia termasuk wilayah Kepulauan Riau," kata Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Miranda Putri Permatasari, Minggu, (19/12/2021).

Ia menyebutkan, analisis per tanggal 17 Desember 2021 menunjukkan MJO berada dalam kondisi aktif di fase 6. Kondisi tersebut tidak memberikan pengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan awan konvektif di wilayah Kep. Riau.

"Aliran massa udara di wilayah Indonesia pada dasarian II Desember 2021 berasal dari Angin Monsun Asia yang aktif dimana massa udara dari Samudera Pasifik mulai memasuki wilayah Indonesia khususnya di utara garis ekuator, kemudian semakin menguat dengan massa udara berasal dari Samudera Hindia hingga dasarian I Januari 2022. Kondisi ini mendukung pembentukan awan hujan di wilayah sekitar ekuator, khususnya Pulau Bintan," terangnya.

Untuk prakiraan kelembapan udara lanjutnya, relatif (relative humidity) di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya dasarian II dan III Desember 2021 untuk lapisan permukaan diperkirakan di atas 80 – 90 %. Untuk lapisan 850 mb dan 700 mb diprakirakan 75% - 90 %. Kondisi tersebut mengindikasikan cukupnya ketersediaan pasokan uap air di wilayah Pulau Bintan yang dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan.

"Untuk peringatan dini yang harus diwaspadai terjadinya hujan sedang - lebat secara tiba-tiba yang dapat disertai petir dan angin kencang serta gelombang laut tinggi akibat munculnya awan Cumulonimbus," ungkapnya.

Baca juga: Natal Dalam Bayang-bayang Pandemi, Begini Cara Gereja Katolik Tanjungpinang Rayakan Nataru

Baca juga: Mantan Menteri Sosial Salim Segaf Dapat Gelar Dato Wira Cahaya Buana Dari LAM Bintan

Waspada gelombang tinggi untuk diwilayah Perairan Bintan yang mampu mencapai 2,0 meter.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer pengaruh fenomena cuaca skala global (IOD, dan MJO) kurang berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Indonesia bagian barat terutama wilayah Tanjungpinang, Bintan dan sekitarnya. Sedangkan ENSO yang berada dalam kondisi La Nina Moderat berdampak pada peningkatan aktivitas konvektif di wilayah Indonesia termasuk wilayah Bintan dan Tanjungpinang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved