Breaking News:

Enam Negara Bagian di Malaysia Diterjang Banjir Bandang, 14 Ribu Orang Mengungsi

Setidaknya ada 14 ribu orang mengungsi akibat banjir bandang yang terjadi di enam negara bagian di Malaysia. Wilayah Kelantan dan Pahang cukup parah

Editor: Dewi Haryati
KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATI
Enam Negara Bagian di Malaysia Diterjang Banjir Bandang, 14 Ribu Orang Mengungsi. Foto ilustrasi banjir 

MALAYSIA, TRIBUNBATAM.id - Enam negara bagian Malaysia dilanda banjir-bandang' title=' banjir bandang'> banjir bandang pada Sabtu (18/12/2021).

Banjir di Malaysia ini didahului hujan deras yang terjadi sejak Jumat (17/12/2021) lalu.

Kemudian banjir menggenangi wilayah Selangor, Kelantan, Terengganu, Pahang, Negeri Sembilan dan Melaka.

Alhasil, sejumlah jalan tak dapat dilalui dan dilaporkan banyak mobil terendam.

Setidaknya ada 14.000 orang mengungsi akibat banjir-bandang' title=' banjir bandang'> banjir bandang, mengutip SraitTimes, Minggu (19/12/2021).

Dari enam negara bagian yang terkena banjir, wilayah Pahang mencatat jumlah pengungsi terbanyak yakni sebanyak 5.189 orang pada Minggu pagi.

Adapun wilayah Selangor, termasuk salah satu wilayah yang cukup terkejut dengan peristiwa ini karena tak adanya persiapan sebelumnya.

“Di Selangor agak semrawut karena banjir datang tiba-tiba. Kejadian seperti itu jarang terjadi pada musim hujan,” kata Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob, dilansir dari Kompas.com.

Baca juga: Hampir 2 Bulan Banjir Tak Kunjung Surut, Warga Serasa Hidup di Dalam Danau

Baca juga: Waspada Banjir Rob di Penghujung Tahun, BMKG Karimun Ingatkan Masyarakat Pesisir

Adapun wilayah Kelantan dan Pahang, meskipun banjir yang terjadi cukup parah, namun sejauh ini sudah memperkirakan akan terjadinya peristiwa tersebut.

Terkait banjir, Pemerintah Malaysia telah mengerahkan angkatan bersenjata dan polisi untuk membantu proses evakuasi.

Curah Hujan Tinggi

Menteri Besar Selangor Amirudin Shari mengatakan, banjir yang terjadi diakibatkan curah hujan tinggi, yang merupakan curah hujan tertinggi yang pernah tercatat.

Ashraf Noor Azam, seorang warga berusia 26 tahun dari distrik Selangor, tidak mengira situasinya akan begitu serius dan terpaksa meninggalkan mobilnya di sisi jalan raya.

"Setelah empat jam terdampar tanpa bantuan dan banjir tidak kunjung membaik, kami memutuskan untuk berjalan di tengah banjir," kata dia, seperti dikutip dari Reuters.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved