Breaking News:

KEPRI TERKINI

Sekdaprov Kepri Serukan Seluruh Elemen Tangkal Paham Radikalisme

Sekdaprov Kepri menghadiri sosialisasi mencegah paham radikalisme di Batam. Ia mengajak seluruh elemen untuk menangkal paham radikal.

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Istimewa/Dokumentasi Pemprov Kepri
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau (Pj Sekdaprov Kepri), Lamidi saat membuka acara kegiatan Sosialisasi Cegah Paham Radikalisme dan Terorisme di Hotel Sahid, Batam, Selasa (22/12/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau (Pj Sekdaprov Kepri), Lamidi meminta para pemuda, mahasiswa dan semua lapisan masyarakat untuk memegang teguh serta memahami dengan baik empat konsensus dasar berbangsa dalam mencegah paham radikalisme.

Lamidi juga ketat mengontrol diri agar tidak terjebak dalam tindakan menghina Negara.

Lamidi hadir membuka acara kegiatan Sosialisasi Cegah Paham Radikalisme dan Terorisme dengan tema Ayo Cegah Paham Radikalisme dan Terorisme, yang diselenggarakan Selasa (22/12/2021) di Hotel Sahid, Batam dengan peserta para pemuda, mahasiswa, organisasi keagamaan, dan organisasi masyarakat.

Radikalisme adalah paham atau aliran yang menginginkan perubahan sosial dan politik dengan cara kekerasan, baik sikap ekstrem dalam politik.

Radikalisme adalah embrio dari terorisme.

Baca juga: Radikalisme Rambah Kalangan Milenial, Apa Kata Aktivis Dakwah di Batam?

Baca juga: DATA Pemprov Kepri Soal Kekerasan Anak, Internet dan Aplikasi Ponsel jadi Pemicu?

"Saya meminta kepada kita semua untuk waspada terhadap berbagai paparan paham radikal. Juga harus pandai-pandai mengontrol diri terhadap berbagai ucapan dan tindakan sehingga tidak tergelincir dan terkesan menghina negara," ujar Lamidi dalam keterangan yang diterima TribunBatam.id, Kamis (23/12/2021).

Menurut Lamidi, pemerintah perlu memberikan pemahaman tentang terorisme dan radikalisme tersebut agar semua lapisan masyarakat paham apa saja yang masuk kategori radikalisme dan terorisme sehingga tidak terjebak ke dalamnya.

Termasuk dalam menggunakan media sosial atau menyampaikan aspirasi pada unjuk rasa.

Berniat atau tidak, rekam jejak seseorang telah tercatat pada pihak keamanan apabila ucapan maupun tindakannya mengarah pada radikalisme dan terorisme.

"Kerugiannya apa? Salah satunya adalah jika saat mendapat kesempatan menduduki posisi tertentu, maka bisa batal karena ada rekam jejak yang tercatat tadi yang bertentangan. Bahkan catatannya sampai ke keluarga. Maka kita perlu waspada dan hati-hati terhadap semua ucapan dan tindakan yang dilakukan," tutur Lamidi.

Baca juga: Gubernur Kepri: Karang Taruna Mitra Strategis Pemerintah

Baca juga: Wagub Kepri Sebut Lagoi Bintan Lebih Siap Jalankan Travel Bubble Dibanding Batam

Lamidi juga mengingatkan para mahasiswa untuk waspada pada pemahaman-pemahaman radikal yang mengatasnamakan agama atau yang lainnya yang masuk dalam lingkungan kampus. Di kampus paling mudah menyebarkan berbagai pemahaman karena bisa gampang mengumpulkan mahasiswa.

"Yang penting apapun yang dilakukan, baik aspirasi maupun yang lainnya tetap kontrol diri jangan sampai karena mau cepat jadi lupa bahwa yang dilakukan itu bertentangan dengan norma-norma, adat, budaya, agama dan empat konsensus tadi. Jangan sampai kebablasan," sebut Lamidi.(TribunBatam.id/Endra Kaputra)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Kepri

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved