BATAM TERKINI
11 Jenazah Tiba di Batam, PB2MI Nyatakan Perang Terhadap Sindikat Penempatan PMI Ilegal
Deputi BP2MI Irjen Pol Achmad Kartiko menyatakan perang terhadap sindikat penempatan PMI ilegal
Penulis: ronnye lodo laleng |
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal sejauh ini masih sangat marak. Seperti baru-baru ini, kapal boat pengirim PMI Ilegal tenggelam di perairan Johor Malaysia.
Hal ini menjadi pukulan keras bahwa lemahnya pengawasan dan minimnya lapangan pekerjaan di tahan air, membuat warga negara Indonesia memutuskan untuk pergi mencari pekerjaan keluar negeri, meski secara ilegal.
Deputi Bidang Penempatan dan Perlindungan Kawasan Eropa dan Timur Tengah BP2MI Irjen Pol Achmad Kartiko menyatakan, perang terhadap sindikat penempatan PMI Ilegal.
Ia mengatakan negara tidak boleh kalah menghadapi mafia, calo atau jaringan yang terlibat di dalamnya.
"Ayo. ..semua pemangku kepentingan baik di pusat maupun di daerah berserta tokoh masyarakat untuk bersama-sama untuk memerangi pekerjaan migran ilegal. Yang dimulai dari hulu dengan mengidentifikasi setiap warga masyarakat yang akan bekerja di luar negeri," ucap Achmad di RS Bhayangkara Polda Kepri, Kamis, (23/12/2021) malam.
Dikatakannya, perang terhadap penempatan pekerja migran, bisa dimulai dari masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri dengan memastikan dokumen - dokumen resmi untuk menjamin kehidupan mereka di sana.
Baca juga: Ketua Umum DPN Peradi Prof Otto Hasibuan Bakal Lantik DPC Peradi Batam
Baca juga: PROMO! Beli 2 Gratis 1 Berbagai Produk di Alfamart dan Indomaret Batam
"Kalau mau berangkat ke luar negeri berangkat melalui pihak yang benar bukan melalui calo atau agen yang tidak jelas," ungkapnya.
Ia juga menghimbau masyarakat, jika menemukan praktik atau sindikat yang tidak jelas segera melaporkan ke Polisi agar kejadian serupa tak terulang kembali.
"jika masyarakat mendapati hal seperti itu segera lapor ke aparat setempat.Kami tetap akan melakukan investigasi secara menyeluruh berkordinasi dengan Polri sehingga dengan ini dapat memberantas calo-calo Ilegal yang ada di Indonesia," harapnya.
Di tempat yang sama, ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah yang WNI yang bekerja diluar negeri.
"Kita berharap tidak terulang lagi kejadian seperti ini untuk ke depannya," kata Jumaga.
Hingga hari ini ke sebelas jenazah WNI tersebut belum diketahui secara pasti identitas mereka. Karena pihak Kepolisian belum mengeluarkan nama-nama dari 11 Jenazah tersebut.
Untuk saat ini jenazah tersebut masih berada di ruang khusus RS.Bhayakara Polda Kepri. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Kepri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/24122021jenazah-korban-tenggelam.jpg)