Breaking News:

NATUNA TERKINI

Nasib Natuna Kabupaten Terdepan Kepri, Pendidikan Hingga Telekomunikasi Butuh Dukungan

Natuna kabupaten terdepan Kepri dihadapkan pada persoalan telekomunikasi hingga sektor pendidikan yang belum tuntas.

TribunBatam.id/Muhammad Ilham
Salah satu Base Transceiver Station (BTS) milik Kemenkominfo yang ada di Kabupaten Natuna. Selain urusan telekomunikasi, sektor pendidikan di kabupaten terdepan Kepri ini masih butuh dukungan. 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna untuk menambah ruang belajar pada 2022 sukar dilakukan.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadinkes) Natuna, Suherman mengungkap faktor sulitnya menambah ruang belajar pada tahun depan itu.

Selain plafon anggaran untuk pendidikan pada tahun 2022 terbilang kecil, persoalan lahan yang belum tersedia menurutnya menjadi kendala dalam merealisasikan penambahan ruang belajar pada sejumlah sekolah itu.

"Sepertinya tahun depan tidak ada penambahan karena kapasitas anggaran tak bisa nyampai situ. Inilah sebab kami tidak mengusulkan penambahan ruang belajar. Meskipun pada dasarnya kami perlu banyak tambahan ruang belajar. Saya kurang hapal jumlah ruang belajar yang diperlukan, tapi yang jelas masih banyak yang diperlukan," ungkap Suherman.

Ia juga mengaku belum bisa memastikan angka pasti anggaran dana pendidikan di tahun depan.

Baca juga: Bupati Natuna Datangi Kemenhub, Curhat Kondisi Pelabuhan ke Dirjen Hubla

Baca juga: Sidak ke Gedung Museum Kebudayaan, Ini Temuan Komisi II DPRD Natuna di Lapangan

Ini karena pihaknya belum menerima Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) APBD tahun 2022.

"Paling kalau APBD-nya Rp 1 triliun, untuk pendidikan sekitar Rp 200 miliar karena sesuai undang-undang itu anggaran pendidikan harus 20 persen dari total anggaran," sebutnya.

Menurut Suherman, anggaran yang diperkirakan sekitar Rp 200 miliar itu tidak cukup untuk melaksanakan belanja kegiatan yang berskala besar apalagi kegiatan itu memerlukan pembebasan lahan.

"Jadi yang segitu itu paling untuk belanja wajib dan rutin saja sudah berapa. Kalau pun ada kegiatan fisik, paling yang bersifat renovasi dan rehabilitasi saja, lebih dari itu anggarannya tak cukup. Tapi kita coba aja lihat nanti DPA, kami belum menerima itu," pungkasnya.

Tidak hanya soal penambahan ruang belajar yang tidak memungkinkan pada 2022.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved