Breaking News:

Dua Warga Batam Ditangkap Terkait TKI Ilegal yang Kapalnya Tenggelam di Malaysia

Polisi menangkap dua orang terkait pengiriman 64 TKI ilegal yang alami kecelakaan boat di perairan Malaysia, 15 Desember lalu. Keduanya warga Batam

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Beres Lumbantobing
Dua Warga Batam Ditangkap Terkait TKI Ilegal yang Kapalnya Tenggelam di Malaysia. Foto Direskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Jefri 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Polisi menangkap dua orang terkait pengiriman 64 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal yang mengalami insiden kecelakaan boat di perairan Johor Baru, Malaysia pada 15 Desember lalu.

Dua orang itu dihadirkan dalam jumpa pers di Rupatama Polda Kepri, Batam, Senin (27/12/2021) siang.

Lengkap tangan diborgol, dua orang itu tampak mengenakan baju tahanan. Mereka tertunduk dan diam seribu bahasa.

Dua tersangka itu, Juna Iskandar (39) dan Agus Salim (48). Keduanya merupakan warga Batam dan kini berstatus tersangka.

Jika Juna Iskandar diamankan di Kavling Harapan Jaya, Bengkong Sadai. Agus Salim alias Botak ditangkap di kediamannya Perumahan Cendana Batam Center.

Rumah kediamannya itu diketahui sebagai tempat penampungan sementara sebelum para TKI diberangkatkan.

Direktur Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Pol Jefri Siagian mengatakan, dua tersangka ini merupakan sindikat jaringan.

“Artinya tak menutup kemungkinan ada tersangka lain nantinya. Ini baru permulaan, kita masih dalami, masih proses. Tim kami sudah mengantongi nama-nama yang terlibat,” ungkapnya.

Baca juga: Perintah Kapolri, Mabes Polri Segel 2 Pelabuhan dan 5 Boat Buntut Insiden TKI Ilegal

Baca juga: Belajar Dari Kapal TKI Ilegal Karam di Malaysia, BP2MI Ajak Warga Tak Tergiur Calo

Ia menduga kuat, sindikat penyelundupan TKI secara ilegal dilakukan secara jaringan. Dua orang yang berhasil ditangkap pihaknya hanya sebatas perantara yang memiliki peran menampung hingga mengirim.

Bahkan ia menerangkan para pelaku melakukan penipuan terhadap para TKI dengan sejumlah janji.

“PMI kita direkrut dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan saat direkrut mereka menyebutkan akan mengirim para PMI melalui jalur resmi atau legal. Namun setelah tiba di Batam, para PMI justru dikirim melalui jalur ilegal,” bebernya.

Tak hanya itu, bahkan para PMI juga sudah dimintai uang.

“Uangnya berperisai, ada yang diminta Rp 4 juta hingga Rp 6 juta. Dan mereka semua sudah bayar,” terang Kombes Jefri.

Jadi, lanjut Jefri tersangka melancarkan aksinya dengan modus operandi melakukan penampungan dan pengurusan hingga pemberangkatan keluar negeri tanpa dilengkapi dokumen resmi melalui pelabuhan tikus yang ada di Bintan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved