Breaking News:

KEPRI TERKINI

Langkah TPID Kepri Tekan Angka Inflasi, Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok

TPID Kepri merinci angka inflasi selama 2021. Mereka pun berupaya menekan angka inflasi.

Penulis: | Editor: Septyan Mulia Rohman
ISTIMEWA
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TIPD) mengunjungi pasar dan agen barang kebutuhan pokok di Provinsi Kepri. 

KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kepulauan Riau ( Kepri) mencatat inflasi sebesar 0,86 persen (mtm) pada Desember 2021.

Kondisi ini jauh lebih tinggi dibandingkan inflasi Oktober 2021 sebesar 0,30 persen (mtm), serta lebih tinggi dibandingkan rata-rata historis inflasi dalam tiga tahun terakhir yakni 0,25 persen (mtm).

Inflasi pada November 2021 utamanya didorong oleh peningkatan harga cabai merah, dan minyak goreng, dan telur ayam ras.

Dengan realisasi tersebut, secara tahunan Provinsi Kepri mengalami inflasi 2,75 persen (yoy), meningkat dibandingkan Oktober 2021 yang mengalami inflasi sebesar 2,23 persen (yoy).

Serta lebih tinggi dibandingkan inflasi Nasional pada November 2021 sebesar 1,75 persen (yoy).

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi Kepri pada November 2021 bersumber dari peningkatan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau dan kelompok transportasi.

Baca juga: Batam Peringkat 2 Inflasi Tertinggi Se-Sumatera pada November 2021, Nomor 5 Se-Indonesia

Baca juga: Sumbang Inflasi Terbesar di Batam, Kenaikan Harga Minyak Goreng Bikin Pedagang Menjerit

Sementara berdasarkan disagregasi inflasi, inflasi pada November 2021 bersumber dari peningkatan harga pada kelompok volatile food, kelompok administered prices dan kelompok inti.

Adapun kelompok volatile food pada November 2021 mengalami inflasi sebesar 3,64 persen (mtm) dengan andil 0,70 persen (mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,16 persen (mtm) dengan andil 0,03 persen (mtm).

Inflasi pada kelompok volatile food utamanya bersumber dari peningkatan harga komoditas cabai merah, minyak goreng, dan telur ayam ras yang mengalami inflasi masing-masing sebesar 32,64 persen (mtm), 8,81 persen (mtm) dan 17,45 persen (mtm) dengan andil sebesar 0,21 persen (mtm), 0,13 persen (mtm) dan 0,12 persen (mtm).

"Peningkatan harga cabai merah, minyak goreng, dan telur ayam ras didorong oleh terbatasnya pasokan akibat penurunan panen di sentra produsen, peningkatan harga CPO, dan kenaikan biaya ekspedisi," ujar Kepala TPID Provinsi Kepri, Musni H. K. Admadja.

Kelompok administered prices pada November 2021 mengalami inflasi 0,57 persen (mtm) dengan andil sebesar 0,11 persen (mtm), menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 1,31 persen (mtm) dengan andil 0,24 persen (mtm).

Inflasi kelompok administered prices bersumber dari peningkatan harga angkutan udara, rokok kretek filter, dan rokok putih masing-masing sebesar 5,52 persen (mtm), 1,26 persen (mtm), 0,41 persen (mtm) dengan andil 0,07 persen (mtm), 0,03 persen (mtm) dan 0,004 persen(mtm).

Peningkatan harga rokok kretek filter dan rokok putih sejalan dengan respons terhadap kenaikan cukai tembakau.

Adapun kenaikan harga tiket angkutan udara didorong peningkatan mobilitas seiring penurunan level PPKM.

Baca juga: Kenaikan Harga Minyak Goreng dan Daging Ayam Ras Sumbang Inflasi di Batam

Baca juga: HARGA Tiket Pesawat dan Minyak Goreng Picu Inflasi Kepri Selama Oktober 2021

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved