Breaking News:

BERITA SINGAPURA

Pengadilan Singapura Denda Warganya Belasan Ribu Dolar Gegara Pembantu

Pengadilan Singapura menjatuhkan denda hingga belasan ribu dolar kepada warganya karena pembantu yang berada di tempat tinggalnya. Berikut ceritanya.

AFP
Warga di Singapura terjerat kasus hukum karena belum membayar gaji asisten rumah tangganya hingga setahun lebih lamanya. Foto ilustrasi pembantu rumah tangga. 

SINGAPURA, TRIBUNBATAM.id - Seorang warga di Singapura menghadapi proses hukum yang cukup pelik.

Warga bernama Santa Maria Michele Theresa ini tak membayar gaji bulanan seorang pembantu asal Filipina bernama Emferatriz Borja Montefolka selama 13 bulan lamanya.

Jika dihitung-hitung, wanita 56 tahun itu belum membayar hak keuangan Montefolka sebanyak $6.500.

Ini terjadi antara April 2018 hingga 2019.

Montefolka yang bekerja di rumah Theresa mulai 2013 hingga 2019 seharusnya mendapat gaji $500 setiap bulannya.

Theresa diketahui juga menghadapi 9 dakwaan untuk kasus pelanggaran serupa yang dipertimbangkan selama hukumannya.

Baca juga: BPS : Singapura Masih Jadi Negara Tujuan Ekspor dari Batam

Baca juga: Data BPS, Wisman Singapura, China, Malaysia dan AS Banyak ke Batam Selama November 2021

Menurut dokumen pengadilan seperti dikutip The Strait Times, Theresa menghadapi tuduhan kecurangan lain terkait dengan penipuan sewa di mana dia dikatakan telah menipu korban untuk membayar masing-masing beberapa ribu dolar.

Untuk kecurangan, dia menghadapi hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda.

Pada 6 Januari 2022, Theresa pun mengaku bersalah atas 4 tuduhan karena belum membayar karyawan asing.

Hakim pengadilan Singapura pun menjatuhkannya denda sebesar $ 14.000.

"(Theresa) tahu bahwa dia seharusnya membayar gaji bulanan tetap Emma selambat-lambatnya tujuh hari setelah hari terakhir periode gaji yang relevan, tetapi dia gagal melakukannya," kata petugas kejaksaan Kementerian Tenaga Kerja, Melvyn Low.

Sampai saat ini, Theresa belum membuat restitusi (ganti rugi) ke Montefolka.

Tetapi jaksa mengatakan tidak mencari kompensasi karena pembantu tersebut menghadapi tuduhan atas pekerjaan ilegal.

Lembar dakwaan menunjukkan Montefolka diduga dipekerjakan sebagai pembantu oleh majikan lain, Noraliza Kamardin, tanpa izin kerja yang valid antara Agustus 2018 dan April 2019.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved