Breaking News:

Sikap Hakim MA terkait Konflik Jalan di Perumahan Winner Millenium Mansion Batam

Majelis hakim Mahkamah Agung (MA) telah memberikan putusan terkait gugatan yang diajukan warga Perumahan Winner Millenium Batam terkait konflik jalan

Penulis: Ichwan Nur Fadillah | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Ichwan Nur Fadilllah
Pihak kuasa hukum PT Sentral Leejaya Costapati saat konferensi pers, Jumat (7/1/2022). Mereka menunjukkan putusan dari Mahkamah Agung (MA) perihal konflik jalan di Perumahan Winner Millenium Mansion Pasir Putih, Batam. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Warga perumahan Winner Millenium Mansion Pasir Putih, Bengkong Sadai, Batam, Kepri, sempat dibuat heboh dengan konflik jalan di areal mereka, beberapa waktu lalu.

Bertahun-tahun lamanya tinggal di sana, warga perumahan mengklaim tidak mempunyai jalan di depan rumah akibat konflik tersebut.

Di sisi lain, jalan perumahan itu diklaim oleh PT Sentral Leejaya Costapati.

Pihak perusahaan menjelaskan, jika areal itu bukanlah akses untuk jalan, melainkan lahan yang akan dibangun sederet ruko.

Keributan pun sempat terjadi waktu itu. Untuk menguji kebenaran pernyataan dari pihak perusahaan, ada warga dan juga salah satu konsumen dari PT Millenium Investment dan PT Winner Nusantara Jaya mengajukan gugatan agar Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Tanjungpinang di Batam mengabulkan seluruh permohonannya.

Bahkan perkara itu berlanjut sampai tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA).

Pada akhirnya, gugatan Eni Ari Rebiyanti, warga Perumahan Winner Millenium Mansion Pasir Putih, Bengkong Sadai, Batam ditolak oleh MA. Warga yang sepadan dengan objek sengketa kalah.

"Dalam amar putusan majelis hakim Mahkamah Agung (MA) menyebut, lokasi milik tergugat II intervensi (PT Sentral Leejaya Costpati) tidak terjadi tumpang tindih, maka tidak ada cacat secara substansi," ujar Rendy Wagyu, didampingi Sylvana Agnetha, Edward Sihotang dan Ade Trini, selaku kuasa hukum PT Sentral Leejaya Costapati saat konferensi pers, Jumat (7/1/2022).

Baca juga: JALAN Masuk Perumahan Dipatok Perusahaan Lain, Warga Winner Millenium Mansion Tuntut Kejelasan

Baca juga: Walikota Ingatkan Kepala BPN Baru Soal Banyaknya Masalah Lahan di Batam

Lahan yang kini menjadi objek sengketa, kata Rendy, didapatkan atau dimiliki PT Sentral Leejaya Costpati dengan cara membeli dari PT Tri Karsa Ekualita.

Hal itu dibuktikan dengan Akta Jual Beli nomor 321/2018, Hak Guna Bangunan nomor 07573 seluas 10.835 meter persegi yang diterbitkan oleh kantor Pertanahan Kota Batam.

Selain itu, status kepemilikan lahan PT Sentral Leejaya Costpati diperkuat dengan surat keputusan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, surat perjanjian pengalokasian, penggunaan dan pengurusan tanah atas bagian-bagian tertentu dari pada tanah Hak Pengelolaan BP Batam atas nama PT Tri Karsa Ekualita (pemilik lama).

"Bahkan surat Izin Prinsip nomor B/227/3/KA/2/2013 serta gambar penetapan lokasi (PL) nomor 213030209 tanggal 6 Maret 2013 yang telah dibaliknama dari PT Tri Karsa Ekualita menjadi PT Sentral Leejaya Costpati berdasarkan persetujuan BP Batam tahun 2015 lalu," tambahnya.

Jika dilihat dari materi gugatan, lanjutnya, kedua perusahaan (PT Millenium Investment dan PT Winner Nusantara Jaya) sudah tidak berhak atas lahan seluas 31.232 meter persegi di Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong atau dikenal dengan komplek perumahan Winner Millenium Mansion.

Sebab, penggugat I dan penggugat II telah mengalihkan atau menjual tanah atau bangunan rumah ke para pembeli unit-unit di Perumahan Winner Millenium Mansion serta telah diterbitkan gambar penetapan lokasi (PL) dan Sertifikat HGB atas nama para pembeli.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved