Breaking News:

BATAM TERKINI

Polda Kepri Kirim 100 Personel Brimob ke Poso, Tumpas Jaringan Mujahidin Indonesia Timur

Polda Kepri mengirimkan 100 personel Brimob ke Poso untuk membantu menumpas jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MTI) Poso pimpinan Ali Kalora.

ISTIMEWA
Polda Kepri dari Satuan Brigade Mobile (Satbrimob) Kepolisian Daerah Kepulauan Riau menyiapkan 100 personel untuk menjalankan tugas Operasi Madago Raya 2022 di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Polda Kepri dari Satuan Brigade Mobile (Satbrimob) Kepolisian Daerah Kepulauan Riau menyiapkan 100 personel untuk menjalankan tugas Operasi Madago Raya 2022 di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Para Personel itu nantinya ditugaskan ke Sulteng untuk menangkap dan menumpas jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso pimpinan Ali Kalora yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Seperti yang diketahui hingga saat ini, masih tersisa empat orang DPO dari MIT Poso setelah Ali Kalora dan Jaka Ramadhan tewas.

Mereka adalah Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Muklas, Suhardin alias Hasan Pranata dan Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang.

Keempat orang DPO MIT Poso ini ditenggarai masih berkeliaran di pegunungan Kabupaten Poso, Parigi Moutong dan Kabupaten Sigi.

Personel ini nantinya akan bergabung dengan kompi-kompi Brimob Nusantara dan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) lainnya dengan pelibatan 1.300 pasukan gabungan TNI dan Kepolisian Republik Indonesia.

Komandan Satuan Brimob Kepolisian Daerah Kepulauan Riau, Komisaris Besar Polisi Mohamad Rendra Salipu, mengatakan, saat ini, pihaknya sedang mempersiapkan satu Kompi untuk melaksanakan Pra Operasi Madago Raya.

Baca juga: SEMPAT Ditutup saat Tahun Baru, Begitu Buka 3.000 Warga Serbu Pantai Pelawan Karimun

Baca juga: Omicron Akan Jadi Penguji Super Immunity, 86,6 Persen Warga Indonesia Sudah Miliki Antibodi

“Satu Kompi yang berjumlah 100 orang Brimob Polda Kepri ini (dari Batam, Bintan, dan Karimun), terlebih dahulu kami bina fisik mereka dan melatih kemampuan lainnya untuk mendukung keberhasilan tugas-tugas disana nanti," ucap Rendra kepada Minggu (9/1/2022).

Dikatakannya, Operasi Madago Raya sebelumnya bernama Operasi Tinombala hingga tahun 2021.

Operasi militer ini dilancarkan oleh TNI dan Polri sejak tahun 2016 di wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

“Tujuannya yaitu untuk menangkap dan menumpas jaringan Mujahidin Indonesia Timur. Ini perlu dilakukan untuk menempa dan memelihara kondisi fisik agar lebih prima,” katanya.

Ia berpesan agar seluruh tantangan tugas ini bisa diselesaikan dengan profesional dengan tetap mempedomani dan menghormati hak asasi manusia.

Adapun persiapan-persiapan yang dilakukan personel Brimob Polda Kepri baik di Batam, Karimun, dan Bintan ialah melaksanakan latihan materi jungle warfare.

Sementara pembinaan fisik meliputi lari sejauh 5 kilometer, push-up, sit-up, push-up, lari bersenjata dan peregangan otot. (TRIBUNBATAM.id/Ronney Lodo Laleng)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved