Breaking News:

KEPRI TERKINI

Perbatasan Indonesia, Malaysia, Singapura Atensi Bea Cukai dan TNI AL, Gelar Patroli Bersama

Bea Cukai Kepri dan TNI AL menggelar patroli bersama menjaga perbatasan Indonesia, Malaysia dan Singapura dari aksi kejahatan.

TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng
Tim gabungan Kanwil DJBC Khusus Kepri bersama unsur TNI AL Lantamal IV sesudah mengikuti apel pembukaan Operasi Gabungan Lancang Kuning 21 di Pelabuhan Bintang 99 Batu Ampar, Batam beberapa waktu lalu. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Bea Cukai dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) bersinergi menjaga perairan perbatasan Indonesia, Singapura dan Malaysia dari aksi kejahatan.

Lewat Operasi Lancang Kuning 21, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (Kanwil DJBC) Khusus Kepri, bersama Lantamal IV menyisir perairan perbatasan itu sejak 27 Desember 2021 hingga Senin (10/1/2022).

Penutupan Operasi Gabungan Lancang Kuning 21 ini digelar di Dermaga Fasarkhan Mentigi, Tanjunguban, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri.

Selama dua pekan, tim gabungan itu sedikitnya telah memeriksa 32 kapal yang melintasi di sekitar perairan itu.

Rinciannya, 23 kapal oleh tim patroli dari Lantamal IV dan 9 kapal oleh tim patroli Bea Cukai Kepri.

Tim patroli gabungan memastikan kapal-kapal yang melintas di wilayah perairan lokasi patroli telah memenuhi kewajiban dan sesuai dengan prosedur yang seharusnya.

Baca juga: Selama 2021, Bea Cukai Batam Lakukan Penindakan Barang hingga Rp 156,92 Miliar

Baca juga: TNI AL Gagalkan Penyelundupan PMI Ilegal ke Malaysia, Termasuk Seorang Balita

“Kegiatan operasi bersama ini secara langsung maupun tidak langsung memiliki pengaruh positif terhadap keselamatan dan keamanan para pengguna laut," sebut Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau, Ahmad Rofiq dalam keterangan yang diterima TribunBatam.id, Selasa, (11/1/2022).

Selain itu, ia mengatakan operasi ini juga untuk meningkatkan kesepahaman dan hubungan antar instansi penegak hukum di laut.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam, Ambang Priyonggo mengatakan, operasi ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mencegah risiko dan menegakkan hukum di laut, khususnya di perbatasan laut antara Indonesia dengan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Vietnam.

“Saya rasa operasi ini sudah berjalan dengan optimal sesuai dengan prosedur. Semoga dengan adanya operasi bersama ini dapat terus diselenggarakan dengan melibatkan instansi penegak hukum di laut lainnya sehingga terciptanya bentuk sinergi yang baik di Kepulauan Riau ini,” kata Ambang Priyonggo.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved