Jumat, 24 April 2026

Dokter di Malaysia Ditangkap Polisi, Diduga Palsukan Sertifikat Vaksin Covid-19

Polisi di negara bagian Terengganu Malaysia menangkap seorang dokter klinik swasta karena diduga terbitkan sertifikat vaksinasi covid-19 palsu

Editor: Dewi Haryati
KOMPAS
Dokter di Malaysia Ditangkap Polisi, Diduga Palsukan Sertifikat Vaksin Covid-19. FOTO: ILUSTRASI sertifikat vaksin covid-19 

MALAYSIA, TRIBUNBATAM.id - Seorang dokter klinik swasta di Malaysia ditangkap polisi negara bagian Terengganu.

Dokter berusia 51 tahun itu diduga menerbitkan sertifikat vaksinasi covid-19 palsu.

Modusnya pasien tak perlu disuntik vaksin covid-19, namun bisa mendapatkan sertifikat vaksin.

Dokter pria itu dijemput polisi di kliniknya pada Sabtu (8/1/2022) setelah mendapat pengaduan dari anggota masyarakat.

“Penyelidikan awal mengungkapkan bahwa total 1.900 orang ditemukan berurusan dengan klinik ini (untuk tujuan vaksinasi) dan dari jumlah itu, kami masih menyelidiki berapa banyak yang tidak mendapatkan suntikan tetapi mendapat sertifikat vaksinasi palsu,” kata Kapolsek Terengganu Rohaimi Md Isa seperti yang dikutip dari Channel News Asia dilansir dari Kontan.co.id.

Ia melanjutkan, mereka yang ingin mendapatkan sertifikat vaksinasi palsu ini harus membayar antara RM 400 dan RM 600 (Rp 1.300.000 dan Rp 2.000.000) dibandingkan dengan harga sebenarnya RM 300 untuk suntikan.

Dokter dikatakan telah menggunakan agen yang diberi komisi RM 50 untuk mempromosikan jasanya.

Pihak berwenang yakin ada juga orang dari luar Terengganu yang mengunjungi dokter untuk mendapatkan sertifikat vaksinasi palsu.

Baca juga: Sebelum Bepergian, Cek Dulu Sertifikat Vaksin Covid-19 di Aplikasi PeduliLindungi, Begini Caranya

Baca juga: 2.380 Anak Usia 6-11 Tahun di Natuna sudah Dapat Vaksin Covid-19 Dosis 1

"Sebagian besar pelanggan berurusan dengan dokter secara online, jadi kami akan mencoba mendapatkan informasi dari email di laptop yang juga disita dari klinik," katanya.

Rohaimi mengatakan, dokter diyakini mengeluarkan sertifikat sendirian di ruang perawatan tanpa bantuan staf klinik lainnya.

"Meskipun dokter mengaku anti-vaxxer, dia sudah menerima suntikan vaksin, mungkin karena pekerjaannya," katanya. (Kontan.co.id)

Sumber: Kontan

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved