Breaking News:

Nelayan di Natuna Curhat ke DPRD, Marzuki Singgung Persoalan di Laut Natuna

Sejumlah nelayan di Natuna curhat ke DPRD Natuna. Ini kata Ketua Komisi II DPRD Natuna terkait persoalan yang terjadi.

Penulis: Muhammad ilham | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id
Sejumlah nelayan menemui Komisi II DPRD Natuna untuk mengadukan persoalan rumpon mereka yang hilang, di Ruang Rapat DPRD Natuna, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Selasa (11/1/2022).. 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Ketua Komisi II DPRD Natuna, Marzuki menerima kedatangan nelayan di Kantornya pada Selasa (11/1/2022) lalu.

Seusai pertemuan itu, ia menyatakan, persoalan di Laut Natuna masih banyak yang belum bisa diselesaikan oleh pemerintah.

Sehingga komplain atau pengaduan dari masyarakat masih sering terjadi karena masyarakat merasa dirugikan.

"Kami tentu mengapresiasi langkah pemerintah yang telah banyak melakukan kegiatan pengamanan laut, seperti pengamanan yang dilakukan oleh TNI AL terhadap Kapal Ikan Asing (KIA). Tapi perlu diketahui bahwa persoalan laut ini bukan hanya persoalan keamanan, tapi banyak juga persoalan lain, misalnya pengelolaan hasil laut itu sendiri," kata Marzuki.

Marzuki menyebutkan, persoalan laut di Natuna selain keamanan meliputi persoalan ketentuan zonasi penangkapan ikan, persoalan sarana dan prasarana sampai kepada persoalan Sumberdaya Manusia (SDM).

Menurutnya, ketentuan zonasi penangkapan ikan ini penting dibuat dan diterapkan agar nelayan-nelayan yang memiliki kemampuan terbatas dapat tetap beraktivitas karena zona tangkapnya aman dari gangguan kapal-kapal yang berkapasitas besar.

Ini juga penting menurutnya untuk menghindari potensi konflik antar nelayan di laut karena ketimpangan antar nelayan berpotensi terjadi.

Demikian juga dengan persoalan sarana dan prasarana. Marzuki menganggap persoalan ini tidak kalah pentingnya juga untuk diselesaikan.

Baca juga: Lagi, TNI AL Tangkap 3 Kapal Ikan Asing Berbendera Vietnam di Laut Natuna Utara

Baca juga: Masih Jadi PR, Pemkab Natuna Kejar Capaian Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun, Belum 50 Persen

Sebab jika nelayan tanpa didukung oleh sarana tangkap yang memadai, maka nelayannya tetap saja kurang mampu.

"Hal yang sama juga dengan peningkatan kualitas SDM. Kemampuan nelayan secara ilmu pengetahuan dan skill harus terus ditingkatkan, sehingga tidak kalah bersaing dengan nelayan-nelayan asing. Semuanya ini harus diselesaikan secara seksama," tegasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved