Breaking News:

BATAM TERKINI

Penanganan Anak Stunting di Batam Bakal Sampai Wilayah Hinterland

Wawako Batam Amsakar memastikan, penanganan anak stunting tidak hanya dilakukan di Mainland saja, tapi juga dilakukan sampai ke wilayah Hinterland.

Penulis: Roma Uly Sianturi | Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menghadiri rembuk stunting dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting Kota Batam di Kantor Camat Belakang Padang, Rabu (12/2/2022). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menghadiri rembuk stunting dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting Kota Batam di Kantor Camat Belakang Padang, Rabu (12/2/2022).

Amsakar mengatakan, penanganan anak stunting tidak hanya dilakukan di Mainland saja, tapi juga dilakukan sampai ke wilayah Hinterland.

"Penanganan stunting harus menjadi perhatian kita semua. Karena itu Pemko Batam saat ini terus fokus untuk menuntaskan stunting ini," kata Amsakar, Rabu (12/1/2022).

Karena itu, lanjut dia, rembuk stunting perlu dilakukan untuk membahas serta meningkatkan pemahaman kepada calon orang tua maupun juga kader-kader pendamping.

"Ciri-ciri stunting bisa kita lihat dari tingginya dan berat badannya yang tidak standar seusianya," katanya.

Itu sebabnya melalui rembuk stunting ini khususnya orang tua dapat memahami bagaimana mencegah anak yang akan dilahirkan nanti tidak stunting.

Begitu juga para pendamping juga dapat meningkatkan pengetahuan sehingga dapat memberikan penjelasan dan membantu para orang tua atau calon-calon pengantin.

Baca juga: BESOK, Kepri Bakal Gelar Vaksinasi Booster di Tujuh Kabupaten/Kota

Baca juga: Polsek Sekupang Minta Warga Waspada Cuaca Ekstrem, Banjir Batam Masih Jadi Perhatian

"Tadi ada beberapa hal yang kita bahas untuk penanganan stunting di Kecamatan Hinterland ini. Belakangpadang, Bulang dan Galang," kata Amsakar.

Salah satunya terkait dengan pelayanan kesehatan masyarakat maupun puskesmas yang jaraknya yang sulit untuk dijangkau.

Maka itu Pemko Batam akan mempertimbangkan untuk kader-kader pendamping di tiga kecamatan ini untuk diberikan biaya pengganti transportasi.

"Kemudian anak-anak yang stunting bagaimana gizinya tercukupi," ujarnya.

Menurut Amsakar, angka stunting di Kota Batam sebenarnya relatif rendah yakni 6,2 persen untuk di Mainland dan 3,6 untuk yang di Hinterland. Namun, kendati demikian upaya penurunan angka harus terus dilakukan. (TRIBUNBATAM.id/ Roma Uly Sianturi)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved