Breaking News:

Kejaksaan Hentikan Penuntutan Kasus Penipuan dengan Tersangka Tan Jemi di Bintan

Kejaksaan Negeri Bintan menghentikan penuntutan perkara dengan tersangka Tan Jemi. Itu karena korban dan keluarga tersangka sepakat berdamai

Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Alfandi Simamora
Kepala Kejari Bintan, I Wayan Riana memberikan surat penghentian penuntutan dan memberikan sembako kepada Tan Jemi, tersangka penipuan atau penggelapan di depan Kantor Kejari Bintan, Rabu (12/1/2022) sore 

BINTAN, TRIBUNBINTAN.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan menghentikan penuntutan perkara tindak pidana penipuan dengan tersangka Tan Jemi (35), pada Rabu (12/1/2022) kemarin.

Warga Tanjungpinang itu sempat ditahan dan diproses karena melakukan tindak pidana penipuan atau penggelapan sepeda motor milik Efri Maizeni di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara pada Mei 2021 lalu.

Tersangka dinyatakan bebas, setelah keluarga tersangka dan korban sepakat untuk berdamai dan tidak melanjutkan kasus itu ke meja hijau.

Kajari Bintan, I Wayan Riana menuturkan, penghentian penuntutan itu sesuai asas hukum. Di antaranya, Peraturan Kejaksaan Nomor 15 tahun 2020 yang berdasarkan atas keadilan restoratif (restorative justice).

Pasalnya, tersangka Tan Jemi dengan korban Efri Maizeni dan korban Nurshela, bersama keluarga masing-masing telah sepakat berdamai, di Kantor Kejari Bintan, pada 3 Januari 2022.

"Pelaku telah memulihkan nama baik kedua korban, dan meminta maaf di hadapan para korban, tokoh masyarakat serta pihak fasilitator. Jemi juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari,” terangnya.

Lanjut I Wayan, alasan lainnya, tersangka baru pertama kali melakukan perbuatan pidana, lalu ancaman kurungan di bawah 5 tahun, serta kerugian tindak pidananya tidak melebihi Rp 2,5 juta yakni hanya Rp 2 juta saja.

Korban juga merasa iba dengan kondisi keluarga tersangka. Lantaran anak perempuan tersangka masih kecil dan masih membutuhkan kasih sayang seorang ayah.

Baca juga: Perdana dan Gratis, Pemkab Bintan Gelar Vaksinasi Booster di RSUD Bintan Hari Ini

Baca juga: Jaksa Periksa Hery Wahyu Kadis PUPR Bintan terkait Pengadaan Lahan TPA Tahun 2018

Selain itu, alasan tersangka melakukan tindak pidana karena himpitan ekonomi.

"Atas alasan itu, korban menyepakati untuk berdamai. Sehingga kasusnya dihentikan," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved