Breaking News:

LINGGA TERKINI

Sejarah Lapangan Hang Tuah di Daik Lingga, Sempat Jadi Pusat Kota di Zaman Kesultanan

Staf Dinas Kebudayaan Lingga, Lazuardy menyampaikan sejarah singkat Lapangan Hang Tuah yang sempat jaya di zaman Kesultanan Riau Lingga

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Febriyuanda
Lapangan Hang Tuah di Daik Lingga sering digunakan sebagai tempat keramaian atau pertunjukan. Kabarnya kawasan ini akan ditata kembali oleh Pemkab Lingga pada 2022 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Lapangan Hang Tuah di Ibu Kota Daik, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri rencananya akan ditata kembali oleh Pemerintah Kabupaten Lingga pada 2022

Hal itu disampaikan oleh Bupati Lingga, Muhammad Nizar sebelumnya, saat memberi sambutan di acara Hari Ibu yang digelar GOW Kabupaten Lingga, pada Desember 2021 lalu.

Penataan ini mengingat pentingnya Lapangan Hang Tuah sebagai saksi sejarah zaman Kesultanan Riau-Lingga.

Penggiat sejarah dari Staf Dinas Kebudayaan Lingga, Lazuardy menyampaikan sejarah singkat Lapangan Hang Tuah ini.

Berdasarkan beberapa informasi yang dia kumpulkan, kawasan ini merupakan pusat Kota Parit beserta alun-alun, semasa berpindahnya pusat pemerintahan Kesultanan Riau-Lingga-Johor-Pahang ke Lingga, oleh Sultan Mahmud Riayat Syah (1761-1812).

"Hal itu tepatnya pada 24 juli 1787," ujar Lazuardy kepada TribunBatam.id, Kamis (13/1/2022).

Selanjutnya, Christiaan Van Angelbeek datang ke Daik Lingga pada tahun 1819, tepatnya pada masa Pemerintahan Sultan Abdulrahman yang menggantikan ayahanda Sultan Mahmud Riayat Syah (1812-1832).

"Saat Angelbeek datang, dia juga menggambarkan kondisi Daik pada masa itu," sebut Lazuardy.

Baca juga: Jadi Saksi Sejarah, Lapangan Hang Tuah Bakal Dijadikan Alun-alun Kota Daik Lingga

Baca juga: INFO Cuaca di Wilayah Tanjungpinang Bintan dan Lingga Besok, Waspada Gelombang Tinggi

Diketahui bahwa Angelbeek berasal dari pejabat tinggi Belanda di Hindia Belanda. Ia merupakan cucu Gubernur Belanda di Srilanka.

Kemudian pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Muazzam Syah (1832-1841) lokasi di sekitar sini dijadikan bangsal kerajinan tembaga dan kampung rumah tenun.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved