Rabu, 22 April 2026

WAWANCARA EKSKLUSIF

Ketua KPU Kota Batam Martius : Data Pemilih Batam Selalu Berubah

Tribun Podcast alias TRIPOD menghadirkan Ketua KPU Kota Batam Martius S.Kom, MSi untuk melihat sejauh mana rumitnya Pemilu serentak 2024 nanti

Penulis: ronnye lodo laleng |
TRIBUNBATAM.id/BERES LUMBANTOBING
Ketua KPU Kota Batam Martius S.Kom, MSi menjelaskan persiapan Pemilu serentak 2024. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Untuk pertama kalinya, Pemilihan Umum akan digelar serentak pada 2024 mendatang.

Dalam Pemilu serentak itu akan digelar Pemilu Legislatif (DPR RI, DPRD provinsi/DPRD kota/kabupaten), Pemilihan Presiden dan Pemilihan Kepala Daerah (gubernur, bupati dan wali kota).

Pemilu kali ini adalah sebuah pesta demokrasi terbesar dalam sejarah Republik Indonesia.

Meskipun masih dua tahun lagi, namun penyelenggara Pemilu sudah mulai sibuk. Sebab, banyak tahapan --bahkan hingga perintilan kecil-kecil-- yang semuanya harus disiapkan dengan baik dan teliti.

Tentu saja lembaga yang paling sibuk adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU), mulai dari pusat hingga daerah.

Termasuk, tentunya, KPU Batam, persiapan sudah dilakusan sejak saat ini, meskipun jarang terekspose ke publik.

Tribun Podcast alias TRIPOD kali ini menghadirkan Ketua KPU Kota Batam Martius S.Kom, MSi untuk melihat sejauh mana rumitnya Pemilu 2024 nanti.

Berikut petikan wawancara antara Tribun Batam (TB) dan Martius (MT) : 

TB : Sekitar 2,5 tahun lagi kita akan menghadapi pesta demokrasi. Bagaimana persiapan KPU menuju tahun 2024 mendatang?

MT : Pemilihan dan Pemilu akan dilakukan di tahun yang sama yakni 2024. Ada dua agenda besar yang akan dilakukan, yakni Pemilu melibatkan pemilihan Presiden, DPR RI, DPD, DPR Provinsi dan DPRD Kota. Sedangkan Pemilihan meliputi pemilihan Gubernur, Walikota Batam.
Sejauh ini kita sedang menunggu tahapannya atau ketuk palu dari pusat. Namun saat ini kami sudah berbenah diri dari pengalaman pemilu dan pilkada sebelumnya agar menjadi contoh yang buat kami. Seperti data pemilih, kita tiap bulan selalu update yang namanya data pemilih berkelanjutan. Kita bekerjasama dengan beberapa institusi yang ada.

TB : Ini periode ke berapa Anda menjabat Ketua KPU Batam?

MT : Untuk kami sendiri di komisioner, ada satu orang yang sudah menjabat dua periode, sedangkan yang lain masih pertama. Namun kami masuk dalam PAW yang dilantik di tahun 2019 yang lalu.

TB : Meskipun baru pertama, namun menurut Anda, apa saja permasalahan yang muncul pada Pemilu 2019?

MT : Permasalahan yang paling pertama yakni adalah data pemilih. Kita tahu sendiri bahwa Batam merupakan daerah urban. Perpindahan penduduk tinggi sekali. Banyak warga yang tinggal di Batam sudah bertahun-tahun, namun KTP nya masih alamat kampung.

TB : Apakah DPT di Batam bisa dimanipulasi?

MT : Kita selalu mendengarkan asumsi dari masyarakat seperti itu. Untuk itu, dari sekarang, setiap bulan selalu kami update dan perbaharui secara transparan agar masyarakat dan semuanya tahu. Kami juga membuka posko aduan dan bekerjasama dengan stake hoder lainnya, seperti Disduk Batam. Semuanya ini agar terbuka dan bisa diakses oleh masyarakat luas. Jika ada yang masih bilang DPT itu bisa dimainkan, saya juga tidak tahu. Namun perlu diketahui, DPT itu melalui proses yang panjang.

TB : Selain kroscek data, kira-kira survei praktis apalagi yang dilakukan oleh KPU dan stafnya dilapangan mengenai data ini?

MT : Kita juga setiap bulan mengambil data yang kelanjutan dari perangkat paling bawah dan tempat pemakaman. Karena mereka punya data itu. Ketika sudah tahu datanya maka kita langsung mencoret namanya di daftar DPT. Mudah-mudahan ke depan data kita lebih baik lagi.

TB : Partisipasi masyarakat Batam dalam Pemilu bagaimana?

MT : Saya rasa sejauh ini Batam masih bagus. Pada tahun 2019 Pilpres 86 persen. Untuk Pilkada 2020 kemarin mencapai 64 persen. Sementara di tahun 2015 itu kita hanya 48 persen, naik secara signifikan. Namun ini masih jauh dari target nasional yakni 77.5 persen. Kita tidak akan berhenti dan merasa lelah untuk menaikkan tingkat partisipasi masyarakat ini.

TB : Apa faktor naik dan turunnya partisipasi pemilih?

MT : Kalau di Pileg atau Pilpres kan semuanya bekerja, baik calon, juga partai politik, sehingga warga lebih banyak memilih. Kita sebagai penyelenggara Pemilu juga terus melakukan sosialisasi karena tahapan panjang Pemilu. Kita bekerjasama dengan instansi untuk datang ke sekolah-sekolah dan beberapa tempat lainnya. Kita tidak puas dengan hasil yang ada meski grafiknya terus naik.

TB : Bagaimana grafis pemilih pemula saat ini?

MT :  Untuk pemilih pemula dan pemilih tetap saat ini belum bisa memastikan dan kita belum tahu tentang hal itu. Namun sejauh ini sosialisasi kami genjot di sekolah dan kampus. (TRIBUNBATAM.id/Ronnye Lodo Laleng)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google 

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved